27 Perang yang Diikuti Rasulullah SAW, Ini Fakta dan Etika Perang dalam Islam

17 hours ago 10

loading...

Peperangan yang dipimpin Rasulullah SAw bukanlah ekspansi untuk menaklukkan wilayah atau memaksa orang masuk Islam, melainkan sebagai respons terhadap ancaman, penindasan, dan agresi yang dilakukan musuh terhadap kaum Muslimin. Foto ilustrasi/Sindonews

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tercatat mengikuti puluhan peperangan sepanjang masa dakwahnya. Namun, perang yang beliau pimpin bukanlah ekspansi untuk menaklukkan wilayah atau memaksa orang masuk Islam, melainkan sebagai respons terhadap ancaman, penindasan, dan agresi yang dilakukan musuh terhadap kaum Muslimin.

Sejarah mencatat, Nabi Muhammad SAW mengikuti sekitar 27 peperangan (ghazwah) selama hidupnya. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian yang benar-benar melibatkan beliau di medan tempur, sedangkan sisanya lebih banyak berupa pengaturan strategi dan kepemimpinan pasukan.

Imam Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim ats-Tsa'labi dalam kitab Al-Kasyfu wal Bayan 'an Tafsiril Qur'an menjelaskan bahwa peperangan pada masa Rasulullah SAW terbagi menjadi dua kategori, yakni peperangan yang diikuti langsung oleh Nabi dan peperangan yang dipimpin para sahabat atas penugasan beliau.

Dalam literatur sejarah Islam, kedua jenis peperangan itu dikenal dengan istilah ghazwah dan sariyah. Ghazwah merupakan peperangan yang dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW, sedangkan sariyah adalah ekspedisi militer yang dipimpin sahabat berdasarkan perintah Nabi.

Ibnu Hisyam Mencatat Ada 27 Ghazwah

Para sejarawan memiliki perbedaan pendapat mengenai jumlah peperangan pada masa Rasulullah SAW.

Ats-Tsa'labi menyebut jumlah ghazwah sebanyak 26 peperangan, sedangkan ahli sejarah terkemuka Ibnu Hisyam mencatat terdapat 27 ghazwah yang diikuti Rasulullah SAW.

Baca juga: Ayat Perang dalam Al-Qur'an: Mengapa Islam Mengizinkan Berperang? Ini Sejarahnya

Meski demikian, Rasulullah tidak selalu turun bertempur secara langsung. Dari seluruh ghazwah tersebut, hanya sembilan peperangan yang beliau pimpin sekaligus ikut berada di garis depan pertempuran.

Kesembilan perang tersebut adalah:

1. Perang Badar al-Kubra
2. Perang Uhud
3. Perang Khandaq (Ahzab)
4. Perang Bani Quraizhah
5. Perang Bani Musthaliq
6. Perang Khaibar
7. Fathu Makkah (Pembebasan Kota Makkah)
8. Perang Hunain
9. Perang Tabuk

Sementara peperangan lainnya lebih banyak berupa pengawasan, penyusunan strategi, dan pengiriman pasukan yang dipimpin para sahabat.

Perintah Berperang Turun Secara Bertahap

Ulama sejarah Ali Muhammad ash-Shallabi menjelaskan bahwa syariat jihad dan peperangan dalam Islam tidak turun sekaligus, melainkan berlangsung secara bertahap sesuai kondisi umat Islam saat itu.

Selama sekitar 13 tahun berdakwah di Makkah, Rasulullah SAW beserta para sahabat tidak diperintahkan mengangkat senjata meskipun mengalami berbagai bentuk penyiksaan, boikot ekonomi, intimidasi hingga pengusiran dari kampung halaman mereka.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |