loading...
Bagi wanita yang sedang haid tidak perlu berkecil hati, meski dilarang melaksanakan salat Ied ada banyak amalan yang bisa dilakukan pada saat hari raya Idulfitri atau Lebaran. Foto ilustrasi/ist
Bagi wanita yang sedang haid tidak perlu berkecil hati, meski dilarang melaksanakan salat Ied ada banyak amalan yang bisa dilakukan pada saat hari raya Idulfitri atau Lebaran. Apa saja amalannya?
Bagi umat Islam, Idulfitri merupakan peristiwa penting dan hari besar Islam yang penuh berkah dan kegembiraan. Oleh karena itu, saat pelaksanaan salat Ied dianjurkan dihadiri semua kaum muslim, baik tua, muda, dewasa, anak-anak, laki-laki dan wanita.
Bahkan wanita yang sedang haid pun, juga diperintahkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam supaya hadir di tanah lapang yang dijadikan tempat salat dan mengikuti doa bersama segenap kaum muslimin .
Dalam kitab 'Fiqih Sunnah untuk Wanita', Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim menjelaskan, ada beberapa amalan yang dianjurkan dilakukan wanita haid pada hari raya tersebut.
Sebuah hadis meriwayatkan, dari Ummu 'Athiyyah radhiyalahu'anha menyatakan," Kami diperintahkan agar ikut salat Ied , bahkan harus membawa serta gadis dan perempuan yang haid. Mereka ditempatkan di belakang jamaah, lalu mengikuti takbir yang diucapkan oleh kaum muslimin dan turut berdoa bersama mereka serta mengharapkan keberkahan dan kesucian hari tersebut," (HR Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)
Baca juga: 3 Hal Harus Dihindari Kaum Wanita saat Merayakan Idulfitri, Apa Itu?
Dalam riwayat lain dinyatakan bahwa Ummu 'Athiyyah bertanya "Wahai Rasulullah, apakah tidak masalah jika seorang di antara kami yang tidak memiliki jilbab tidak ikut salat Ied?" Rasulullah SAW menjawab, "Pakaikanlah kepadanya jilbab milik saudarinya lalu bawalah dia untuk menghadiri kebaikan dan ikut berdoa bersama kaum mukminin," (HR Bukhari)
Amalan yang Bisa Dilakukan Wanita Haid saat Idulfitri:
1. Boleh ikut bertakbir
Bahkan dianjurkan bertakbir di belakang jemaah laki-laki. Umat Islam sangat dianjurkan untuk mengumandangan takbir di saat malam Hari Raya Iduladha. Takbiran ini bisa dilakukan saat terbenamnya matahari hingga pelaksanaan hari Raya Idulfitri.
Kumandang takbir ini menandakan ajakan untuk menyebut kebesaran Allah serta mengajak umat Islam lainnya melakukan hal yang sama.
2. Memperbanyak zikir dan selawat
Melantunkan selawat dan zikir bukanlah larangan saaat dalam kondisi haid. Dengan memperbanyak zikir dan selawat justru akan mendapat ketenangan jiwa dan memperbanyak pahala.
Wanita bisa mengamalkan sebanyak-banyaknua kalimat thayyibah seperti tahmid, tasbih, takbir, dan lainnya sebagi amalan pengganti salat. Rasulullah SAW bersabda:



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1233197/original/051827400_1463211299-WhatsApp_Web_kirim_dokumen.jpg)











