, /PRNewswire/ — Pada 30 Maret, Delonix Group memperkenalkan dua inisiatif baru dalam konferensi yang mengulas strategi untuk tahun 2026: Genie AI yang terintegrasi dalam aplikasi Betterwood, serta konsep pengalaman pelanggan bertajuk Heavenly Stems & Earthly Branches Model. Kedua peluncuran ini kembali menegaskan strategi Delonix: keputusan berawal dari kebutuhan pelanggan, AI merekonstruksi ekosistem industri, dan nilai yang terus bertumbuh sebagai filosofi produk.

Delonix Group 2026 Strategy Conference
Konferensi ini menarik lebih dari 200 tamu undangan, termasuk pakar industri dari bidang AI, dan bidang pariwisata budaya, lembaga investasi, serta media terkemuka. Secara terpisah, keduanya tampak seperti pembaruan produk dan layanan. Namun, jika dilihat secara kolektif, keduanya mencerminkan sesuatu yang lebih mendasar: upaya untuk mengubah logika dasar yang selama ini menjadi konsep operasional di industri perhotelan selama puluhan tahun.
Pada masa modern, sektor perhotelan bertumpu pada satu rumus sederhana—pertumbuhan melalui ekspansi fisik. Semakin banyak kamar, lokasi yang lebih strategis, dan tingkat hunian yang lebih tinggi. Skala bisnis menjadi strategi sekaligus daya saing.
Meski demikian, formula tersebut kini mulai bergeser.
Menurut Chairman, Delonix Group, Zheng Nanyan, pergeseran ini bukan sekadar siklus, melainkan bersifat struktural. Pertemuan antara ekspektasi konsumen yang semakin matang dan perkembangan pesat sistem AI telah membuat pertumbuhan hotel dengan mengandalkan ekspansi fisik menghadapi tantangan berat yaitu standarisasi pelayanan dan beban modal ekspansi yang semakin berat.
Sepuluh tahun lalu, kita membangun bangunan fisik dari baja dan beton untuk melindungi konsumen. Sepuluh tahun ke depan, kita harus membangun kembali koneksi emosional dengan konsumen melalui kecerdasan digital. Sebagai gantinya, sebuah prinsip baru pun muncul: Memahami permintaan pasar dan pelayanan yang konsisten berbasis sistem menjadi kunci, bukan hanya sekedar menambah fasilitas yang tidak menjawab kebutuhan pasar.
Melampaui Batas Layanan dengan Kecerdasan Buatan
Dalam model baru ini, tantangan utama bukan lagi terletak pada cara membangun dan mengisi kapasitas, melainkan memahami serta merespons kebutuhan pelanggan yang semakin beragam secara langsung (real-time).
Di sinilah, Delonix memperkenalkan Genie AI.
Berbeda dari penerapan AI di industri perhotelan yang umumnya berada pada level permukaan saja, Genie AI akan dibuat menjadi bagian utama dari sistem—yaitu di antara kebutuhan pelanggan dan eksekusi layanan. Sistem ini tidak hanya merespons permintaan, tetapi mengubahnya menjadi tugas yang terukur, dapat dilacak, dan terus dioptimalkan.
Genie AI menjalankan alur digital yang lengkap sebagai berikut: Kebutuhan pelanggan berupa suara ataupun text akan diubah menjadi serangkaian tugas yang terpusat oleh Genie AI dan mendistribusikan ke staff terdekat untuk mengeksekusi permintaan pelanggan secara langsung. Dari proses ini, Genie akan menyimpan alur permintaan yang lebih matang berdasarkan feedback/evaluasi dari pelanggan.
Ambisi utama bukan dipenerapan teknologi yang canggih, tetapi bagaimana menggunakan teknologi untuk menjawab permintaan pelanggan dan meningkatkan pelayanan.
Jika berjalan sesuai rencana, layanan tidak lagi bergantung pada respons individu, melainkan menjadi bagian dari sistem itu sendiri. Variasi yang sebelumnya dikelola setelah terjadi kini dirancang sejak awal melalui koordinasi sistem.
Dengan demikian, AI tidak lagi sekadar mendukung layanan, tetapi mulai mendefinisikan batasannya.
Standardisasi: Dulu Solusi, Kini Menjadi Batasan
Model pertumbuhan sebelumnya bergantung pada standardisasi kamar yang seragam, layanan yang konsisten, dan pengalaman yang dapat direplikasi di berbagai lokasi. Hal tersebut mendukung ekspansi, namun mengurangi diferensiasi.
Seiring perubahan ekspektasi konsumen, lamban terhadap perubahan semakin sulit diterima pelanggan.
Respons Delonix bukan menghapus standardisasi, melainkan menambahkan fleksibilitas dengan standarisasi yang sudah ada.
Heavenly Stems & Earthly Branches Model menjadi sebuah konsep yang membuat produk dan layanan bukan lagi sebagai komponen yang tidak dapat berubah, melainkan modul yang dinamis. Interaksi pelanggan menjadi input dalam proses pengembangan produk secara berkelanjutan.
Dalam konferensi APEC 2026 yang berlangsung di Shenzhen — kota yang kini menjadi pusat ekonomi digital dan inovasi Asia — peluncuran model ini memiliki relevansi yang lebih luas dari sekadar strategi perusahaan dengan Implikasinya sangat signifikan.
Hotel tidak lagi dipandang sebagai aset statis dengan layanan tambahan. Sebaliknya, hotel menjadi sistem yang mudah beradaptasi dengan produk yang terus berkembang berdasarkan penggunaan dan keinginan pasar.
Bagi pelanggan, hal tersebut menghadirkan pengalaman yang terus berkembang seiring waktu. Bagi investor, model ini memungkinkan cara investasi yang lebih ringan dan fleksibel, sambil terus menciptakan nilai baru — mewujudkan peningkatan nilai tambah dua arah antara pelanggan dan investor secara bersamaan.
Dalam kedua perspektif tersebut, asumsi dasarnya sama: nilai bisnis tidak lagi melekat pada aset, namun terwujud melalui interaksi.
Kendali Beralih ke Lapisan Sistem
Yang menyatukan semua elemen ini bukan hanya teknologi, melainkan kendali.
Dalam model lama, fokus berada pada aset—kepemilikan, lokasi, dan skala fisik. Dalam model baru, kendali beralih ke lapisan sistem yang mampu memahami permintaan, mengalokasikan sumber daya, dan menyesuaikan produk secara berkelanjutan.
Perubahan ini berdampak lebih luas dari sekadar efisiensi.
Sistem yang mampu memahami kebutuhan, mengoordinasikan tugas dan eksekusi, dan mampu evaluasi akan menentukan arah persaingan. Keunggulan tidak lagi terletak pada jumlah aset, melainkan pada kualitas sistem yang mengelola aset tersebut.
Dalam konteks ini, AI bukan sekadar infrastruktur, melainkan juga bentuk tata kelola operasional itu sendiri.
Dari Industri Menuju Peradaban Bersama
Langkah Tiongkok yang mengintegrasikan AI ke dalam sistem industri dan konsumen menjadi latar belakang perubahan ini. Opini Dewan Negara tentang Implementasi Mendalam Aksi "AI+" yang diterbitkan Agustus 2025 menetapkan enam bidang prioritas integrasi AI: sains & teknologi, industri, konsumsi, kesejahteraan, tata kelola, dan kerja sama global. Kebijakan ini mempercepat implementasi, namun perubahan paling signifikan justru terjadi pada level model bisnis.
Industri perhotelan menjadi salah satu sektor yang paling terdampak.
Ketika keuntungan dari ekspansi fisik semakin menurun dan ekspektasi pelanggan semakin dinamis, industri perhotelan tengah mengalami perombakan terhadap sumber nilai. Skala yang dulu menjadi keunggulan kini lebih mudah ditiru dan sulit dipertahankan.
Chairman Delonix Group, Zheng Nanyan, menegaskan: "Long-termism sejati adalah menjadi pembuat gelombang dalam perkembangan industri. Eksplorasi Delonix bukan hanya langkah bisnis, melainkan tanggung jawab untuk mendorong kemajuan industri." Apa yang akan menggantikan model lama masih terus berkembang.
Pendekatan Delonix menawarkan salah satu arah: menjadikan permintaan sebagai input yang terus berkembang, serta membangun sistem yang mampu menangkap dan mengoptimalkannya. Apakah model ini akan bertahan masih perlu dibuktikan. Namun, tujuannya sangat jelas.
Masa depan industri perhotelan tidak lagi ditentukan oleh bagaimana hotel dibangun, melainkan bagaimana hotel berpikir dan merespon kebutuhan pasar.
Tentang Delonix Group
Delonix Group adalah grup usaha terkemuka yang bergerak di sektor perhotelan internasional dan experiential consumption di Asia Pasifik. Berada di peringkat ke-14 dunia, Delonix Group berkolaborasi dengan Marriott untuk meluncurkan dua merek hotel mewah—MajesTang Hotel • A Tribute Portfolio Hotel—serta, mengembangkan MaisonLee, merek hotel premium business travel yang terinspirasi dari era Dinasti Tang. Sebagai salah satu grup perhotelan Tiongkok pertama yang berekspansi ke luar negeri, Delonix telah menjangkau pasar-pasar yang sangat potensial, seperti Jepang dan Indonesia, bahkan kini telah hadir di 200 kota di seluruh dunia. Portofolio Delonix mencakup Swiss-Belhotel, Artotel, Model J, hotel MONday, dan merek-merek lain. Delonix semakin gencar membangun platform global generasi baru yang melibatkan bisnis perhotelan kelas atas dan pengalaman kultural yang sangat menarik.








































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5451323/original/095880900_1766281401-Daftar_Aplikasi_dan_Game_Paling_Banyak_Diunduh_di_Indonesia_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4203050/original/004339100_1666688306-Aplikasi_Whatsapp_Down-Angga-3.jpg)







