AS Minta Negosiasi Lagi, Iran Malah Merapat ke Rusia

9 hours ago 13

loading...

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (kanan) akan sambangi Presiden Rusia Vladimir Putin, Senin (27/4/2026), saat AS minta Iran bernegosiasi lagi. Foto/Ahram Online

TEHERAN - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Iran untuk bernegosiasi lagi untuk mengakhiri perang. Alih-alih merespons permintaan Trump, Teheran justru merapat ke Moskow dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan menemui Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Jika mereka ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kami, atau mereka bisa menghubungi kami. Anda tahu, ada telepon. Kami memiliki saluran telepon yang bagus dan aman," kata Trump dalam sebuah wawancara di acara "The Sunday Briefing" Fox News.

Baca Juga: Terungkap! Uni Emirat Arab Minta Bantuan Israel Tangkis Rudal Iran dengan Iron Dome

Trump membatalkan kunjungan utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Pakistan pada hari Sabtu, yang merupakan kemunduran baru bagi prospek perdamaian dengan Iran. Pada saat yang bersamaan, Araghchi meninggalkan Islamabad setelah hanya berbicara dengan pejabat Pakistan dan tanpa berniat berunding dengan Amerika.

Araghchi kemudian kembali mengunjungi Pakistan pada hari Minggu, lagi-lagi tanpa menyampaikan niat berunding dengan AS.

Araghchi melakukan perjalanan sekali ke Oman dan dua kali ke Pakistan selama akhir pekan, sebelum menuju Moskow untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Senin (27/4/2026).

Kantor berita ISNA yang berbasis di Iran melaporkan bahwa Teheran telah mengirimkan "pesan tertulis" kepada AS melalui mediator Pakistan. "Yang membahas beberapa garis merah Republik Islam Iran, termasuk masalah nuklir dan Selat Hormuz," bunyi laporan tersebut.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |