Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun

11 hours ago 13

loading...

Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) seketika mengguncang Inggris setelah data resmi pemerintah setempat melaporkan adanya 100.000 pengurangan lapangan kerja hanya dalam bulan April 2026. Foto/Dok

JAKARTA - Efek domino perang di Timur Tengah kini benar-benar telah bergeser dari medan tempur ke meja makan jutaan pekerja. Badai pemutusan hubungan kerja ( PHK ) seketika mengguncang Inggris setelah data resmi pemerintah setempat melaporkan adanya 100.000 pengurangan lapangan kerja hanya dalam bulan April 2026 saja.

Laporan resmi dari Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) yang dirilis Selasa ini menjadi tamparan keras bagi perekonomian Eropa. Angka pemangkasan massal ini tercatat sebagai merosotnya pasar tenaga kerja paling tajam dalam lima tahun terakhir, atau tepatnya sejak awal pandemi Covid-19 melanda dunia pada Mei 2020 silam.

Awalnya para ekonom memperkirakan pasar tenaga kerja Inggris hanya akan kehilangan sekitar 10.000 pekerja seiring penyesuaian tahun pajak baru. Namun realitas di lapangan meledak hingga sepuluh kali lipat lebih parah.

Baca Juga: Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?

Direktur Statistik Ekonomi ONS, Liz McKeown mengungkapkan, bahwa sektor retail atau perdagangan eceran menjadi penyumbang korban PHK terbesar. "Situasi ini mempertegas sinyal bahwa dunia usaha saat ini memilih untuk menghentikan rekrutmen baru di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus memburuk," ujarnya.

Tak hanya PHK massal, data ONS juga menunjukkan tingkat pengangguran di Inggris resmi merangkak naik ke angka 5% pada kuartal pertama tahun ini. Kondisi tersebut dibarengi dengan tren pertumbuhan upah pekerja yang mulai melambat drastis.

Mengapa Perang Iran Bisa Bikin Pekerja Inggris Kehilangan Kerja?

Secara psikologis, masyarakat awam mungkin bingung mengaitkan bom yang jatuh di Timur Tengah dengan hilangnya mata pencaharian warga di benua Eropa. Para analis merinci benang merah dari fenomena Horor April ini, ada beberapa faktor.

Pertama yakni blokade total di Selat Hormuz sebagai imbas perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran . Seperti diketahui jalur laut ini menjadi krusial bagi pasokan minyak dan gas dunia.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |