Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%

6 hours ago 11

loading...

Mantan Menteri Keuangan RI, Fuad Bawazier membongkar fakta historis yang miris sekaligus membeberkan jurus pamungkas yang sedang dijalankan pemerintah untuk memperkuat cadangan devisa negara. Foto/Dok

JAKARTA - Indonesia saat ini tengah berada dalam pusaran fiskal akibat tirisnya cadangan devisa nasional. Biang keroknya yakni ketergantungan impor pangan dan energi yang menyedot habis pasokan dolar.

Menanggapi situasi kritis ini, Mantan Menteri Keuangan RI, Fuad Bawazier membongkar fakta historis yang miris sekaligus membeberkan jurus pamungkas yang sedang dijalankan pemerintah untuk memperkuat cadangan devisa negara.

Baca Juga: S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!

Menurut Fuad, fondasi ekonomi Indonesia sebetulnya bisa bangkit total hanya dalam waktu 6 bulan ke depan, bahkan target pertumbuhan ekonomi 8% bukan hal mustahil. Namun Ia memberikan catatan, asalkan pemerintah konsisten menerapkan tiga jurus prioritas dan berani memutus mata rantai pola dagang era kolonial.

Ironi dari Anggota OPEC Menjadi Importir Minyak Akut

Fuad memaparkan data kontras yang menjadi akar runtuhnya kedaulatan energi Indonesia. Sempat menjadi raksasa minyak yang disegani hingga menjadi anggota OPEC, dengan volume eksportasi mencapai 1,6 juta barel per hari (bph) sementara konsumsi domestik hanya sepertiganya.

Sekarang, kondisinya berbalik 180 derajat. Produksi atau lifting minyak bumi Indonesia paling banter hanya mampu menyentuh 605.000 bph, sedangkan kebutuhan konsumsi masyarakat melonjak drastis hingga 1,5 juta bph.

"Sekarang kebalik, kita banyak impor minyak. Pemerintah pusing karena penggunaan devisa besar hanya untuk beli BBM. Maka sekarang ada B50 (Biodiesel 50%), nah itu untuk menguranginya. Sudah mulai loh sekarang B50, sudah dipasarkan di pompa bensin," jelas Fuad.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |