Dunia Kehilangan Jalan Pulang kepada Perdamaian

16 hours ago 19

loading...

Ridwan al-Makassary, Dosen di Fakultas Ilmu Sosial UIII/Direktur Center of Muslim Politics and World Society UIII. Foto/Dok. SindoNews

Ridwan al-Makassary
Dosen Departemen Ilmu Politik Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII)
Direktur Center for the Study of Muslim Politics and World Society (COMPOSE) UIII

HINGGA kini, perang Rusia dan Ukraina telah berlangsung lebih dari empat tahun dengan menghasilkan banyak korban jiwa dan infrastruktur yang tak ternilai. Sedangkan perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel sudah memasuki hari ke-205 dengan dampak kemanusiaan yang luar biasa. Dan, tampaknya perdamaian abadi masih dalam balutan kabut ketidakpastian.

Sebagai satu akibat, perang telah meluas ke tingkat regional bahkan dampaknya menyentuh global. Masyarakat dunia terbelah dan pengungsi berpindah dari satu perbatasan ke perbatasan lain. Juga, ketidakpercayaan terhadap institusi internasional meningkat. Dan dialog—yang seharusnya menjadi jembatan ketika perbedaan menjadi tajam—justru semakin dihardik.

Inilah situasi global yang merundung Hari Perdamaian Internasional tahun 2026. Setiap 21 September, dunia membicarakan perdamaian sembari lonceng perdamaian dibunyikan. Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun ini mengusung tema “Invest in Peace – For Everyone, Everywhere, Every Day”. Pesannya menggemakan perdamaian tidak datang dengan sendirinya. Ia membutuhkan investasi, kerja, keberanian, dan pilihan politik yang terus-menerus.

Praktiknya, para pemimpin dunia menyerukan penghentian kekerasan. Masyarakat sipil menggelar dialog perdamaian. Anak-anak menggambar burung merpati dan menuliskan satu kata yang sama, yaitu peace. Tetapi, dunia di luar seremoni itu tetap bergolak dalam konflik politik yang hebat.

Pertanyaan mendasar yang perlu didiskusikan adalah mengapa dunia begitu sulit berinvestasi pada perdamaian, sementara kita semua tahu harga perang begitu mahal? Dunia yang semakin terhubung, tetapi semakin terpisah secara kemanusiaan.

Teknologi telah membuat dunia semakin dekat, di mana sebuah peristiwa di satu sudut planet dapat disaksikan jutaan orang dalam hitungan detik. Komunikasi lintas benua berlangsung tanpa batas.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |