Honda Super ONE Tidak Mahal, yang Berbeda Cara Hitung Nilainya

18 hours ago 16

loading...

Honda Super ONE menjadi salah satu mobil yang paling di sorot di GIIAS 2026. Foto: HPM

ICE BSD - Honda sadar, begitu Super ONE muncul, pertanyaan pertama pasti bukan soal tenaga. Bukan pula soal baterai. Tapi harga.

Di Jepang, Super ONE dibanderol Rp390 juta. Di Indonesia, harga memang belum diumumkan. Warganet sudah sibuk menebak-nebak "kemahalan". Kemungkinan memang bisa tembus Rp450 jutaan. Lalu muncul kalimat yang sudah bisa ditebak:

"Segitu dapat BYD."
"Segitu dapat mobil China yang fiturnya lebih lengkap."
"Segitu bisa beli SUV."

Honda sepertinya sudah menyiapkan jawaban jauh sebelum pertanyaan itu muncul. Mereka membuat satu sesi khusus di GIIAS 2026. Namanya: Media Deep Dive.

Bukan membahas angka. Melainkan filosofi. Sebab menurut Honda, Super ONE memang lahir bukan untuk memenangkan perang spesifikasi. Di layar presentasi muncul lima poin.

Pertama. Ini mobil listrik Honda pertama yang benar-benar bisa dimiliki konsumen Indonesia.

Kedua. Ia adalah statement tentang Joy of Driving di era elektrifikasi.

Ketiga. Produksinya hanya terbatas 100 unit sepanjang 2026. Lebih sedikit dibanding Honda Prelude e:HEV.

Keempat. Ditujukan bagi konsumen yang ingin mobil listrik tanpa kehilangan karakter Honda.

Kelima. Mobil ini menjadi representasi DNA seluruh lini Honda.

Kalau lima poin itu dipahami, harga Super ONE mulai masuk akal.

Honda Super ONE Tidak Mahal, yang Berbeda Cara Hitung Nilainya

Honda memakai satu kalimat sederhana: Engineered for Driving Joy.

Kalimat itu sudah menjadi filosofi Honda puluhan tahun. Mesinnya boleh berubah. Dulu bensin. Lalu hybrid. Kini listrik. Yang tidak berubah adalah rasa ketika mengemudi. Honda menyebut pendekatan itu sebagai: "A Honda First. Electric Second." Artinya sederhana. Mereka lebih dulu membuat sebuah Honda. Baru setelah itu menjadikannya mobil listrik. Bukan sebaliknya.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |