Kawal Kedaulatan Pangan, Rembuk Pemuda Dukung Kementan Berantas Mafia Beras

8 hours ago 12

loading...

Rembuk Pemuda saat pertemuan dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Minggu (2/8/2026). Mereka mendukung langkah tegas Kementerian Pertanian memberantas praktik mafia beras. Foto/Dok. SindoNews

JAKARTA - Rembuk Pemuda menegaskan komitmennya untuk mendukung langkah tegas Kementerian Pertanian memberantas praktik mafia beras. Tidak hanya merugikan masyarakat, praktik mafia beras juga mengancam ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Komitmen tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan strategis bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Minggu (2/8/2026). Pertemuan itu membahas penguatan kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda dalam menjaga tata kelola pangan nasional. Baca juga: Sikat Habis Mafia Beras Fortifikasi, Mentan Amran: Satu Dua Pekan Kami Tuntaskan

Bagi Rembuk Pemuda, persoalan mafia beras bukan lagi sebatas pelanggaran dalam rantai perdagangan. Persoalan ini telah berkembang menjadi persoalan tata kelola yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Urgensi tersebut semakin terlihat dari berbagai temuan yang disampaikan Kementerian Pertanian.

Dugaan penipuan mutu beras premium diperkirakan telah merugikan konsumen hingga Rp98 triliun. Sementara praktik penyimpangan pada beras fortifikasi diperkirakan menimbulkan kerugian konsumen sekitar Rp71,9 triliun per tahun dengan potensi kerugian negara mencapai Rp56 triliun. Angka tersebut menunjukkan bahwa mafia beras bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi telah menjadi ancaman terhadap efektivitas kebijakan pangan nasional dan perlindungan hak-hak konsumen.

Ketua Umum Rembuk Pemuda, Aidil Pananrang, menegaskan keberhasilan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan harus dibarengi dengan keberanian membersihkan praktik-praktik yang merusak sistem distribusi dan tata niaga pangan.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |