Kurikulum S3 Manajemen Pendidikan Islam: Membangun Organisme Ilmu yang Hidup

3 hours ago 8

loading...

Muhammad Irfanudin Kurniawan, Dosen Universitas Darunnajah. Foto/Dok Pribadi.

Muhammad Irfanudin Kurniawan, Dosen Universitas Darunnajah

Beberapa
hari lalu, saya mengikuti rapat penyusunan kurikulum Strata 3 Manajemen Pendidikan Islam (MPI) di Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta. Duduk bersama Prof. Abuddin Nata dan para kolega, kami merumuskan ulang apa yang seharusnya dipelajari oleh seorang doktor. Bukan sekadar daftar mata kuliah. Tapi tentang bagaimana mencetak pemikir yang tidak hanya pintar, tetapi juga beradab, berjejaring, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Salah satu renungan saya pada waktu itu. Kurikulum, dalam kerangka organisme pesantren, adalah DNA. Ia menentukan seperti apa organisme itu akan tumbuh, bagaimana ia akan beradaptasi, dan seberapa kuat ia menghadapi badai. Jika DNA-nya cacat, maka organisme akan lemah. Jika DNA-nya unggul, ia akan berkembang biak dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Apa yang membuat kurikulum S3 ini menarik? Saya coba baca ulang pokok-pokok pikiran prof. Dr. Abuddin Nata dalam rapat tersebut.

Profil Lulusan: Bukan Sekadar Doktor, Tapi Pemimpin Peradaban

Profil lulusan yang dirumuskan tidak muluk-muluk. Ia ingin melahirkan pribadi yang mampu memimpin, meneliti, dan mengembangkan pendidikan Islam, baik di pesantren, madrasah, maupun perguruan tinggi. Tapi yang menarik, ada empat pilar: integritas pribadi muslim (akhlak mulia), teori kependidikan yang kredibel, kemampuan membangun jaringan dalam dan luar negeri, serta penguasaan teknologi digital mutakhir dan pengalaman empirik.

Ini penting. Selama ini, banyak program doktor yang hanya fokus pada teori. Akibatnya, lulusannya pandai bicara, tetapi tidak paham realitas. Atau sebaliknya, mereka terlalu sibuk dengan proyek lapangan, tetapi tidak memiliki fondasi keilmuan yang kuat. Profil lulusan ini mencoba menyeimbangkan keduanya.

Dalam organisme pesantren, ini adalah DNA yang lengkap. Ia mengandung informasi untuk pertumbuhan fisik (teori), kecerdasan sosial (jaringan), dan ketahanan spiritual (integritas). Tanpa salah satunya, organisme akan tumbang.

Mata Kuliah: Tiga Lapis Metabolisme Keilmuan

Struktur mata kuliah dibagi menjadi tiga kategori: wajib/pokok, pengayaan, dan pendukung. Ini seperti tiga lapis metabolisme dalam organisme.

Lapisan pertama adalah jantung. Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Islam Komprehensif, Penelitian dan Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam, serta Teori dan Falsafah Pendidikan Islam dan Pendidikan Barat. Ini adalah fondasi. Tanpa menguasai ini, seorang doktor tidak akan bisa membaca peta persoalan pendidikan Islam secara utuh.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |