loading...
Danantara merespons koreksi dari lembaga pemeringkat internasional, Moodys soal outlook sejumlah BUMN keuangan dan nonkeuangan, yang sebelumnya stabil menjadi negatif. Foto/Dok
JAKARTA - Danantara merespons koreksi dari lembaga pemeringkat internasional, Moody's soal outlook sejumlah Badan Usaha Milik Negara atau BUMN keuangan dan nonkeuangan, yang sebelumnya stabil menjadi negatif. Sebelumnya Moody's mengoreksi outlook lima bank Indonesia, dari level stabil menjadi negatif, dengan peringkat kredit tetap sama pada awal Februari 2026.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menitikberatkan tolok ukur untuk mengembalikan sentimen terletak pada keterpaduan komunikasi antara Danantara dengan kementerian teknis. Sejalan dengan itu, Pandu menekankan keselarasan komunikasi bertujuan meningkatkan kepercayaan lembaga pemeringkat.
“Poin Moody’s adalah soal komunikasi dan arahan. Mereka perlu kepastian. Itu tugas kami dan saya rasa semua unsur dari yang berkomunikasi ke luar itu ya harus satu suara,” ujar Pandu di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Baca Juga: Danantara, Moody's, dan Harga Kepastian
Pandu menerangkan, bahwa tindak lanjut terhadap catatan yang diberikan Moody’s tidak semata-mata dikerjakan secara internal oleh Danantara. Tahapan itu juga akan melibatkan koordinasi yang erat bersama Kementerian Keuangan serta sejumlah lembaga terkait lain guna memastikan profil risiko negara tetap terpelihara.
Ia menilai, sinyal yang datang dari lembaga pemeringkat global tersebut justru menjadi momentum positif agar otoritas di Indonesia mampu menyampaikan narasi yang selaras mengenai arah strategi ekonomi nasional.














































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1233197/original/051827400_1463211299-WhatsApp_Web_kirim_dokumen.jpg)

