Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II 2026 Diramal Jatuh di Bawah 5%, Tekanan Fiskal Jadi Sorotan

19 hours ago 15

loading...

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua 2026 diproyeksikan melambat di bawah angka 5%, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) ungkap alasannya. Foto/Dok

JAKARTA - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua 2026 akan melambat di bawah angka 5%. Kondisi ini dipicu oleh akumulasi guncangan eksternal dan memburuknya postur fiskal nasional sepanjang tahun ini.

Ekonom LPEM UI, Teuku Riefky menjelaskan, bahwa perlambatan tersebut dipengaruhi oleh efek basis tinggi dari periode sebelumnya serta hilangnya faktor musiman seperti perayaan Idul Fitri yang jatuh lebih awal pada kuartal pertama. Selain itu depresiasi rupiah yang tajam dan lonjakan harga energi global turut menciptakan inflasi impor yang menekan biaya produksi domestik.

"Secara keseluruhan, kami memperkirakan PDB Indonesia di Triwulan-II 2026 akan tumbuh sebesar 4,80% (yoy) dengan rentang estimasi antara 4,78% hingga 4,82%," ujar Riefky dalam kajian ekonomi terbaru. Baca Juga: Purbaya Pede Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh sampai 6% di 2026

Perekonomian Indonesia, kata dia, memang tengah menghadapi tantangan berat, mulai dari sanksi rebalancing oleh MSCI hingga penurunan prospek ekonomi oleh lembaga pemeringkat internasional akibat masalah tata kelola fiskal.

Beban Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ) semakin tertekan oleh membengkaknya subsidi BBM serta mahalnya biaya program populis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |