Ramalan Diego Maradona Jadi Kenyataan? Kritik Piala Dunia di Amerika Serikat Kembali Viral

2 hours ago 6

loading...

Ramalan Diego Maradona Jadi Kenyataan? Kritik Piala Dunia di Amerika Serikat Kembali Viral

Ucapan legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona, kembali menjadi perbincangan di tengah bergulirnya Piala Dunia 2026 . Kritik yang pernah ia lontarkan delapan tahun lalu soal penyelenggaraan turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dinilai banyak pihak menjadi kenyataan setelah muncul kontroversi terkait aturan hydration break atau jeda minum selama pertandingan.

Maradona, yang meninggal dunia pada November 2020, pernah mengecam keputusan FIFA menunjuk tiga negara Amerika Utara sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026. Dalam sebuah wawancara pada 2018, ia menyindir bahwa sepak bola di Amerika Serikat terlalu berorientasi pada kepentingan komersial. Bahkan, ia berkelakar bahwa Amerika ingin pertandingan dimainkan dalam "empat babak masing-masing 25 menit" demi memberi ruang lebih banyak bagi iklan.

Sindiran tersebut kembali mencuat karena FIFA mewajibkan jeda minum selama tiga menit pada setiap pertandingan Piala Dunia 2026. Secara resmi, aturan itu diterapkan untuk melindungi pemain dari cuaca panas dan tingkat kelembapan yang tinggi di Amerika Utara. Namun, di sejumlah negara, terutama Amerika Serikat, jeda tersebut juga dimanfaatkan stasiun televisi untuk menayangkan iklan, sehingga memicu anggapan bahwa keputusan tersebut tidak semata-mata didasari alasan keselamatan pemain.

Kontroversi semakin menguat karena aturan jeda minum tetap diterapkan pada pertandingan yang digelar di stadion beratap atau berpendingin udara, bahkan saat suhu tidak terlalu tinggi. Sejumlah pengamat menilai hal itu menimbulkan pertanyaan mengenai alasan utama di balik kebijakan FIFA, apakah benar demi kesehatan pemain atau juga untuk mengakomodasi kepentingan siaran televisi dan pendapatan iklan.

Sejumlah pelatih papan atas turut mengkritik kebijakan tersebut. Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, menilai jeda minum mengganggu ritme pertandingan dan mengubah karakter permainan. Senada dengan itu, pelatih Prancis Didier Deschamps mengatakan jeda selama tiga menit dapat memutus momentum tim yang sedang tampil dominan, meski di sisi lain memberi keuntungan bagi pelatih untuk menyampaikan instruksi taktik kepada para pemain.

Meski menuai kritik, FIFA tetap mempertahankan kebijakan tersebut. Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa hydration break diberlakukan semata-mata untuk menjaga keselamatan pemain yang bertanding dalam kondisi cuaca ekstrem. Namun, di mata banyak penggemar sepak bola, ramalan Maradona tentang besarnya pengaruh aspek komersial dalam Piala Dunia 2026 kini terasa semakin relevan.

(sto)

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |