loading...
DPP Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) menggelar Rembug Tani Jawa Barat di Koperasi Wangunwati, Desa Sukawangun, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Foto/Istimewa
TASIKMALAYA - Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Karet Indonesia (DPP Apkarindo) menggelar Rembug Tani Jawa Barat di Koperasi Wangunwati, Desa Sukawangun, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Mengusung tema "Optimalisasi Produksi Kebun di Tengah Meningkatnya Harga Karet Nasional", kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi petani, pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan dalam memperkuat sektor perkaretan nasional.
Acara dihadiri perwakilan PT Pupuk Kujang, PT Sintas Kurama, Dinas Perkebunan Kabupaten Ciamis, Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Ketua DPW Apkarindo Jawa Barat beserta jajaran, serta ratusan petani karet dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Ketua DPP Apkarindo Irfan Ahmad Fauzi menyampaikan apresiasi kepada para petani karet yang tetap bertahan dan bekerja keras menjaga keberlanjutan komoditas karet di tengah berbagai tantangan.
Baca Juga: Apkarindo Komitmen Bersama Mentan Majukan Lagi Karet Nasional
"Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para petani karet di Provinsi Jawa Barat yang hingga hari ini tetap bertahan dan bekerja keras menjaga keberlanjutan komoditas karet. Di tengah berbagai tantangan, baik fluktuasi harga di pasar global maupun dinamika permintaan pasar, para petani tetap menunjukkan ketekunan, semangat, dan komitmen yang luar biasa," ujar Irfan Ahmad Fauzi, dikutip Minggu (28/6/2026).
Menurut Irfan, Rembug Tani merupakan forum strategis untuk memperkuat sinergi antar seluruh pemangku kepentingan sektor perkaretan. Mengingat lebih dari 80 persen kebun karet nasional dikelola oleh petani rakyat, maka penguatan sektor karet pada hakikatnya merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga keberlanjutan industri karet Indonesia.
"Rembug Petani Karet menjadi ruang silaturahmi sekaligus konsolidasi yang sangat penting. Melalui forum ini, petani, pemerintah, organisasi petani, dan mitra dapat berdiskusi secara terbuka serta merumuskan langkah bersama untuk memperkuat masa depan karet rakyat," tegasnya.


















































