Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar

3 hours ago 7

loading...

Data FDA & WHO: MSG hanya mengandung 12% Natrium kurang dari sepertiga kadar garam dapur (40%) dan penggunaan yang tepat terbukti memangkas kebutuhan garam hingga 30%. Foto/Dok

SURABAYA - Mitos yang selama ini terbangun di masyarakat selama puluhan tahun, Monosodium Glutamat (MSG) kerap menjadi kambing hitam masalah kesehatan tanpa landasan ilmiah. Faktanya ancaman nyata justru datang dari konsumsi gula dan garam berlebih.

Guna mendobrak miskonsepsi ini, PT Sasa Inti menggelar Press Conference Sasa #MSGYangBenar, “MSG: Satu Sendok, Sejuta Mitos” pada Selasa, 30 Juni 2026, di Alun-Alun Surabaya. Melalui kampanye ini, Sasa menegaskan bahwa #MSGYangBenar itu Sehat dan Lezat, sekaligus menjadi solusi cerdas memotong asupan gula dan garam.

Faktanya data dari U.S. Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organization (WHO) menunjukkan natrium dalam MSG hanya 12%, jauh lebih rendah dibanding garam dapur yang mencapai 40%. Baca Juga: Hidupkan Kenangan, Sasa Luncurkan Buku Resep Main Rasa Bersama Sasa

Selain itu Journal of Food Science mengungkapkan bahwa penggunaan MSG yang tepat dapat memotong kebutuhan asupan garam dapur hingga 30% sekaligus meningkatkan penerimaan rasa (palatability) secara keseluruhan. Artinya MSG berbahan alami dari fermentasi tebu ini adalah partner terbaik untuk diet sehat rendah gula dan garam tanpa mengorbankan kelezatan masakan.

"Kami ingin menggeser percakapan publik. MSG bukan musuh, melainkan solusi memasak praktis bagi keluarga Indonesia agar makanan sehat dan bergizi semakin lezat," ujar Head of Marketing PT Sasa Inti, Albert Dinata.

"Mitos-mitos yang beredar di masyarakat tentang MSG itu seringkali keliru dan salah kaprah. Pada momen ini, kami ingin mengedukasi masyarakat terkait penggunaan #MSGYangBenar dengan mematahkan mitos-mitos MSG yang ada, untuk mendukung edukasi ini, kami menyediakan website msgyangbenar.sasa.co.id agar masyarakat dapat menvalidasi mitos vs fakta seputar MSG," lanjutnya.

Mitos perihal MSG tidak aman dikonsumsi setiap hari tidaklah berdasar. Fakta membuktikan keamanan penggunaan MSG tidak perlu dipertanyakan lagi. Baca Juga: Jangan Salahkan MSG Kalau Otak Lemot

Sasa telah hadir di Indonesia selama lebih dari 50 tahun melezatkan dapur setiap keluarga lintas generasi, kali ini hadir melalui kolaborasi dengan para pedagang kaki lima (hawkers) Nasi Goreng legendaris di Surabaya. Pengalaman berjualan selama puluhan tahun menjadi bukti nyata bahwa MSG aman dan esensial dalam menjaga konsistensi rasa lintas generasi.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |