Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia

10 hours ago 8

loading...

Menurut sejarahnya Kakbah sudah diberi kiswah sejak zaman Nabi Ismail As, putra Nabi Ibrahim As, namun tidak ada catatan yang mengisahkan kiswah pada zaman Nabi Ismail terbuat dari apa dan berwarna apa. Foto istimewa

Sejarah kiswah (kain penutup) Kakbah menarik untuk disimak. Apalagi saat ini merupakan musim haji, yang membuat semua mata umat muslim tertuju ke Tanah Suci Makkah, tempat Kakbah berada.

Dan salah satu pemandangan yang selalu menarik di musim haji biasanya adalah penggantian kiswah Baitullah tersebut. Kiswah merupakan pakaian penutup Kakbah yang terbuat dari kain sutera murni berwarna hitam pekat dengan hiasan kaligrafi bertuliskan ayat-ayat Al-Qur'an dari benang emas dan perak.

Sejarah Kiswah Kakbah

Ustaz Miftah el-Banjary, pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an menjelaskan, menurut sejarahnya Kakbah sudah diberi kiswah sejak zaman Nabi Ismail 'alaihissalam (AS), putra Nabi Ibrahim AS. Namun tidak ada catatan yang mengisahkan kiswah pada zaman Nabi Ismail terbuat dari apa dan berwarna apa.

Baru pada masa kepemimpinan Raja Himyar As'ad Abu Bakr dari Yaman, disebutkan kiswah yang melindungi Kakbah terbuat dari kain tenun. Kebijakan Raja Himyar untuk memasang kiswah sesuai tradisi Arab yang berkembang sejak zaman Ismail diikuti oleh para penerusnya.

Baca juga: Doa Saat Memasuki Masjidil Haram, Singkat dan Mudah Dihapal Jemaah Haji

Pada masa Qusay ibnu Kilab, salah seorang leluhur Nabi Muhammad SAW yang terkemuka, pemasangan kiswah pada Kakbah menjadi tanggung jawab masyarakat Arab dari suku Quraisy. Nabi Muhammad SAW sendiri juga pernah memerintahkan pembuatan kiswah dari kain yang berasal dari Yaman. Sedangkan empat khalifah penerus Nabi Muhammad yang termasuk dalam Khulafa al-Rasyidin memerintahkan pembuatan kiswah dari kain benang kapas.

Kiswah terdiri dari lima bagian, yaitu empat sisi dan tirai pintu. Kainnya sutera yang diimpor khusus. Untuk membuatnya dibutuhkan lebih 600 Kg sutra murni. Kabarnya di zaman Nabi Ismail kiswah berupa belundru.

Sementara itu, pada era Kekhalifahan Abbassiyah, Khalifah ke-4 Al-Mahdi memerintahkan supaya kiswah dibuat dari kain sutra Khuz. Pada masa pemerintahannya, kiswah didatangkan dari Mesir dan Yaman.

Selanjutnya pada masa kekuasaan Turki Utsmani, kiswah didatangkan dari Istanbul Turki yang memang piawai menghasilkan tenunan kiswah terbaik di masanya.

Kini kiswah Baitullah dirancang khusus lebih dari 200 karayawan penduduk asli Saudi di sebuah pabrik milik kerajaan. Letaknya di Al Joud, Makkah. Kiswah tingginya 14 meter dan lebar 47 meter. Bagian atas selebar 95 Cm dihiasi benang perak berlapis emas dengan berat 130 kg.

Warna-warni Kiswah Kakbah

Ustaz Salim A Fillah dalam akun instagram@salimfillah menjelaskan bahwa ternyata kain penutup Kakbah ini sering berganti warna. Setiap tahun ini kain kiswah ini selalu diganti. "Setiap tahun, kain Kiswah Kakbah diganti dan biasanya diambil momentum pada bulan Zulhijjah pada saat jama'ah haji jelang menunaikan wuquf yang dilaksanakan di 'Arafah, di luar Kota Makkah.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |