Terlilit Utang Rp303 Triliun, Rekening Perusahaan Minyak Iran NIOC Dibekukan Bank Negara

5 hours ago 9

loading...

Bank Milik Negara Iran, Bank of Industry and Mine, membekukan rekening milik National Iranian Oil Company (NIOC) akibat meningkatnya beban utang perusahaan. FOTO/Iran Press

DUBAI - Bank Milik Negara Iran, Bank of Industry and Mine, membekukan rekening milik National Iranian Oil Company (NIOC) akibat meningkatnya beban utang perusahaan minyak nasional tersebut. Langkah itu mencerminkan tekanan finansial yang semakin berat terhadap sektor energi Iran di tengah sanksi internasional dan keterbatasan pendanaan.

"Pelunasan utang NIOC melalui jalur (lapangan minyak Azadegan) itu tidak akan berhasil. Sempat ada harapan utang dapat dibayar melalui pengalihan lapangan minyak lain, tetapi kondisi saat ini membuat prosesnya terus ditunda," kata Kepala National Development Fund (NDF) Mehdi Ghazanfari seperti dikutip dari Reuters, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga: 25 Negara Bagian AS Gugat Trump karena Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lain

Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan pembekuan rekening dilakukan oleh Bank of Industry and Mine, meski bank tersebut tidak mengungkapkan nilai utang maupun rekening yang terdampak. Langkah itu diambil meskipun undang-undang anggaran Iran memberikan penangguhan pembayaran sebagian utang NIOC hingga akhir tahun kalender Iran pada Maret 2027.

Ghazanfari mengungkapkan NIOC juga diperkirakan tidak dapat melunasi utang hampir USD17 miliar atau setara Rp303 triliun kepada National Development Fund melalui pendapatan dari Lapangan Minyak Azadegan. Menurut dia, pengembangan salah satu ladang minyak terbesar Iran tersebut mengalami perlambatan akibat hambatan birokrasi dan administrasi.

Ia berharap penyelesaian konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dapat memperbaiki kondisi ekonomi sehingga proses pembayaran utang dapat kembali berjalan normal. Hingga kini, pihak NIOC belum memberikan tanggapan atas laporan pembekuan rekening tersebut.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |