Transformasi Sistem Pembayaran SPP, Finpay Perkuat Ekosistem Keuangan Lembaga Pendidikan

10 hours ago 9

loading...

Hadirnya platform pembayaran digital terintegrasi salah satunya melalui penyedia layanan finansial Finpay menjadi pendorong utama otomatisasi pembukuan sekolah secara real-time. Foto/Dok

JAKARTA - Praktik pengelolaan kas secara manual di institusi pendidikan kian ditinggalkan. Proses konvensional seperti mencatat buku kas secara terpisah, menghitung uang tunai fisik lembar demi lembar, hingga menerbitkan kuitansi fisik kini dinilai memakan banyak waktu dan menyerap energi staf administrasi sekolah secara signifikan.

Tak hanya memicu ketidakpastian operasional, menyimpan uang tunai hasil pembayaran SPP sekolah maupun uang gedung di lingkungan sekolah juga membawa risiko keamanan tinggi. Pihak sekolah rentan menghadapi risiko salah hitung, uang selip, ditemukannya uang palsu, hingga potensi kehilangan dana.

Pencatatan manual satu per satu ke buku besar atau spreadsheet sangat rawan memicu ketidakcocokan data (mismatch). Belum lagi kasus transfer bank manual tanpa berita acara yang jelas (unidentified transfer), yang sering kali membuat staf keuangan kesulitan mengidentifikasi pemilik dana tersebut.

Baca Juga: Bangun Ekosistem Digital, Finpay Dorong Lingkungan Kerja Sehat dan Inklusif

Di sisi lain, orang tua siswa dihadapkan pada ketidaknyamanan karena harus datang dan mengantre langsung di loket kasir sekolah pada jam kerja. Menjawab tantangan tersebut, VP Financial and Transportation Services Finnet Indonesia (Finpay), Moch. Wasiul Hakim mengatakan, adopsi teknologi finansial (fintech) kini menjadi prioritas manajemen sekolah modern.

Hadirnya platform pembayaran digital terintegrasi salah satunya melalui penyedia layanan finansial Finpay (bagian dari Telkom Group) menjadi pendorong utama otomatisasi pembukuan sekolah secara real-time.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |