Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot

19 hours ago 12

loading...

Presiden Donald Trump batalkan rencana untuk menyerang Iran besar-besaran setelah jenderal AS peringatkan krisis rudal pencegat untuk sistem pertahanan Patriot di Timur Tengah. Foto/X @CENTCOM

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menunda atau membatalkan, setidaknya untuk saat ini, rencana untuk menyerang Iran secara besar-besaran. Pembatalan serangan terjadi setelah Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine memperingatkan bahwa perang yang lebih luas dapat menguras persediaan rudal pencegat untuk sistem pertahanan Patriot Amerika di Timur Tengah.

Trump dan para penasihat militernya juga mempertimbangkan kemungkinan perang regional yang lebih luas, kerusakan hubungan dengan sekutu Teluk yang rentan, tekanan lebih lanjut pada ekonomi global, dan krisis energi dan pengungsi yang memburuk.

Baca Juga: Perang Meluas, Ukraina Serang Kapal Perang Rusia dan 2 Kapal Kargo Militer Terkait Iran

Keputusan tersebut menyusul pertemuan Jumat antara Trump, penasihat senior, dan anggota terkemuka kabinetnya. Demikian diungkap dua orang yang diberi pengarahan tentang diskusi tersebut, yang dikutip The New York Times, Minggu (26/7/2026).

Krisis persediaan amunisi pertahanan udara AS di Teluk menjadi pusat diskusi tertutup tersebut.

Selama dua pekan terakhir, pasukan Amerika telah menghadapi serangan rudal balistik dan drone Iran berulang kali terhadap pangkalan di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.

Tiga tentara AS tewas di Yordania Jumat lalu setelah sebuah rudal balistik menembus pertahanan udara Amerika selama serangan rudal dan drone Iran, kata seorang pejabat senior AS.

Jenderal Dan Caine secara pribadi menyarankan bahwa pertempuran skala besar yang diperbarui melawan Iran secara militer layak tetapi dapat secara berbahaya mengurangi jumlah rudal pencegat yang tersedia untuk Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi Amerika di Timur Tengah.

Seorang juru bicara Caine menolak untuk berkomentar tentang saran jenderal tersebut kepada presiden.

Amerika Serikat telah menembakkan lebih dari 1.200 rudal pencegat Patriot selama perang pada akhir April, menurut perkiraan internal Pentagon dan pejabat Kongres. Setiap rudal pencegat tersebut berharga lebih dari USD4 juta.

Para pejabat militer mengatakan tingkat inventaris pertahanan udara Amerika sudah dianggap sangat rendah pada saat itu dan kemudian memburuk lebih lanjut.

Serangan besar AS kemungkinan akan memicu respons Iran yang lebih intens terhadap pasukan Amerika dan sekutu regional Washington, sehingga menambah tekanan pada pertahanan udara.

Sesaat sebelum pertemuan hari Jumat, Trump secara terbuka menyatakan bahwa militer AS siap melancarkan serangan yang lebih besar ketika upaya negosiasi dengan Teheran berlanjut.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |