Viral, Anggota Gedung Putih Ini Dipecat Gara-gara Mempertanyakan Zionisme

16 hours ago 6

loading...

Carrie Prejean Boller dipecat dari Komisi Kebebasan Beragama Gedung Putih setelah bertanya apakah anti-Zionisme disamakan dengan anti-Semitisme. Foto/X @CarriePrejean1

WASHINGTON - Debat panas yang terjadi selama sidang tentang antisemitisme di Gedung Putih menjadi viral minggu ini setelah Carrie Prejean Boller, anggota komisi tentang kebebasan beragama, secara langsung mempertanyakan apakah menolak Zionisme harus disamakan dengan anti-Semitisme. Hal itulah yang membuatnya dipecat dari gugus tugas yang dibentuk di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump tersebut.

Dan Patrick, Wakil Gubernur Texas yang juga Ketua Komisi Kebebasan Beragama Gedung Putih, mengumumkan bahwa Boller telah dikeluarkan dari komisi tersebut pada hari Rabu.

Baca Juga: Eks Jenderal Zionis Sebut Israel Bisa Runtuh sebelum Berusia Seabad, Ini Penyebabnya

“Tidak ada anggota Komisi yang berhak membajak sidang untuk agenda pribadi dan politik mereka sendiri dalam masalah apa pun. Ini jelas, tanpa diragukan lagi, apa yang terjadi pada hari Senin dalam sidang kami tentang anti-Semitisme di Amerika. Ini adalah keputusan saya,” tulis Patrick di X dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Middle East Eye, Kamis (12/2/2026).

Komisi Kebebasan Beragama Gedung Putih adalah badan penasihat federal yang bertugas memeriksa ancaman terhadap kebebasan beragama di Amerika Serikat dan membuat rekomendasi kebijakan terkait perlindungan Amandemen Pertama.

Cuplikan debat tersebut kini beredar luas secara online, menimbulkan reaksi keras bersamaan dengan kritik karena menyamakan penolakan terhadap ideologi politik Zionisme dengan anti-Semitisme.

Momen tegang selama sidang pada hari Senin meningkat ketika Boller bertanya: “Saya seorang Katolik, dan umat Katolik tidak menganut Zionisme. Jadi, menurut Anda, apakah semua umat Katolik anti-Semit?”

Menanggapi Yitzchok Frankel dalam sidang tersebut, penggugat utama dalam gugatan federal terhadap UCLA (University of California, Los Angeles) atas perkemahan pro-Palestina di kampus yang terjadi setelah serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 dan perang Israel selanjutnya di Gaza, Boller mempertanyakan apakah orang Amerika dapat menentang anti-Semitisme dan mengkritik perang Israel di Gaza tanpa dicap anti-Yahudi.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |