50% Dana Investasi Danantara Bakal Digeser ke Bursa Saham dan Obligasi

7 hours ago 3

loading...

Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Pandu Sjahrir menyatakan, bahwa 50% dana investasi akan dialihkan ke pasar pasar saham dan obligasi (Bond). Foto/Dok

JAKARTA - Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara , Pandu Sjahrir menyatakan, bahwa 50% dana investasi akan dialihkan ke pasar saham dan obligasi (Bond).Dijelaskan bahwapemilihan pasar saham dan obligasi sebagai setengah bagian dari portofolio investasi Danantara bertujuan untuk menghadirkan aset yang likuid. Sehingga investasi yang dilakukan bisa cepat membawa keuntungan dan menambah pendapatan negara.

"Jadi kita bilang 50 persen akan public like investment. Jadi itu bagian dari strategic asset allocation. Itu bisa di Bond, bisa di public equity (pasar saham)," ujar Pandu saat ditemui usai acara Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Prabowo Menuntut Return on Asset 7%, Kepala Danantara Bisa?

Pandu menjelaskan, Danantara secara selektif membidik emiten dengan fundamental bisnis yang kuat, arus kas yang sehat, valuasi yang menarik, serta likuiditas saham yang memadai. Strategi tersebut sejalan dengan pergeseran preferensi investor yang kembali menitikberatkan kualitas fundamental di tengah ketidakpastian global.

Ia juga menegaskan, bahwa perseroan tetap aktif berinvestasi dengan pendekatan berbasis fundamental dan jangka menengah hingga panjang. Bahkan Pandu sempat menyebut akan berinvestasi ke pasar saham setiap hari, sejalan dengan upaya pendalaman pasar yang tengah dilakukan oleh OJK dan SRO Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga: Moody's Revisi Outlook BUMN Jadi Negatif, Begini Sikap Danantara

Selain faktor fundamental, Danantara juga mencermati kualitas tata kelola perusahaan dan keterbukaan informasi sebagai bagian dari pertimbangan investasi. Pandu menekankan bahwa penguatan struktur pasar dan tata kelola menjadi prasyarat penting untuk memperdalam pasar dan menjaga kepercayaan investor.

"Yang penting kan masuk di public equity, itu kita harus perusahaan yang bagus, fundamental yang baik, valuasi yang baik dan juga liquid, harus liquid jadi kita bisa performa," pungkas.

(akr)

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |