Atasi Karhutla, Pemerintah-Pemprov Kalsel Terapkan 5 Strategi Penanganan

9 hours ago 14

loading...

Gubernur Kalsel Muhidin turun langsung memadamkan karhutla yang melanda wilayahnya. Foto/istimewa

KALSEL - Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di Kalimantan Selatan (Kalsel) tidak cukup dihadapi hanya dengan memadamkan api. Kondisi geografis dan cuaca juga harus menjadi perhatian.

Berdasarkan data BPBD Provinsi Kalsel yang bersumber dari SIPONGI Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dengan dukungan pemantauan satelit NASA-MODIS, NASA-SNPP dan NASA-NOAA20, hingga 28 Agustus 2026 tercatat 2.083 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak 10.095,14 hektare dan 13.726 titik hotspot.

Banjarbaru menjadi daerah dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 421 kejadian. Sementara Kabupaten Banjar mencatat luas lahan terdampak terbesar, seluas 2.285,7 hektare. Data tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh.

Baca juga: Bareskrim Polri Sebut Tersangka Kasus Karhutla Bertambah Jadi 89 Orang

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan bersama para pemangku kepentingan menjalankan lima pendekatan. Pertama, salah satu persoalan utama dalam penanganan karhutla di Kalsel adalah karakteristik lahan gambut. Memang, api dapat terlihat padam di permukaan, tetapi bara masih tersimpan di bawah tanah dan kembali muncul ketika kondisi memungkinkan.

Strategi pun tidak berhenti pada pemadaman. Pemerintah memperkuat pembasahan lahan, memastikan ketersediaan air, memperbaiki saluran, mengoptimalkan pompa dan melakukan patroli setelah api berhasil dipadamkan.

“Pengendalian karhutla membutuhkan pemantauan yang berkelanjutan dan penanganan secara terpadu,” kata Kepala BPBD Provinsi Kalsel Ronny Eka Saputra, dikutip Senin (31/8/2026).

Langkah konkret dilakukan di Guntung Damar, Banjarbaru. Pada 28 Agustus, Gubernur Kalsel Muhidin turun langsung memantau titik api dan sumber air. Menurutnya, kawasan itu merupakan daerah gambut yang panas dan baranya masih ada.

“Kalau terbang terbawa angin, nanti mampir ke tempat lain yang kering dan terbakar lagi. Jadi kita terus memantau,” ungkapnya.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |