Awas Kelelahan! PPIH Ingatkan Jemaah Haji Tak Umrah Berkali-kali

12 hours ago 13

loading...

Kepala Bidang Bimbingan Ibadah PPIH Arab Saudi, Abdillah M Thohir mengingatkan jemaah haji untuk memprioritaskan ketahanan fisik mereka di Tanah Suci. Di antaranya tidak melakukan umrah berkali-kali. Foto/Nur Wijaya Kesuma

MAKKAH - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tak henti-hentinya mengingatkan jemaah haji untuk memprioritaskan ketahanan fisik mereka di Tanah Suci. Langkah mitigasi ini diwujudkan melalui program visitasi dan edukasi langsung ke pemondokan jemaah di Makkah.

Visitasi ini menjadi bentuk kehadiran negara yang memadukan berbagai unsur layanan krusial di lapangan. Tim bimbingan ibadah turun langsung mendampingi jemaah bersama tenaga medis serta layanan khusus lansia dan disabilitas.

Baca juga: Cuaca Panas Ekstrem di Makkah dan Madinah, 67 Jemaah Haji Masih Jalani Perawatan

"Hari ini kami melaksanakan visitasi dan edukasi kepada jemaah di Tower Al-Hidayah, alhamdulillah jemaah tampak sangat antusias, sehat, dan ceria," ungkap Kepala Bidang Bimbingan Ibadah PPIH Arab Saudi, Abdillah M Thohir saat ditemui Tim Media Center Haji, Senin (11/5/2026).

Target utama dari kunjungan ini adalah memastikan kesiapan manasik sekaligus fisik jemaah jelang puncak ibadah haji. Mengingat cuaca ekstrem dan kepadatan kota, pengelolaan energi menjadi kunci utama kelancaran ibadah.

Petugas menyoroti potensi kelelahan bagi jemaah yang baru saja tiba di Makkah. Mereka diwajibkan untuk merebahkan diri dan beristirahat sejenak sebelum menunaikan rukun umrah wajib.

Baca juga: Haji Ifrad: Dalil, Keistimewaan dan Tata Caranya

Godaan untuk terus memforsir diri beribadah sunah menjadi tantangan psikologis tersendiri bagi jemaah haji Indonesia. Rasa rindu bertahun-tahun sering memicu jemaah untuk melakukan ibadah umrah sunah secara berulang.

Padahal, menguras tenaga sebelum hari wukuf tiba sangat berisiko memicu tumbangnya kondisi kesehatan jemaah. Rukun haji yang sah dan wajib justru berada di Padang Arafah, bukan pada perbanyakan ibadah sunah.

Guna menghindari kelelahan akibat kepadatan lalu lintas dan lautan manusia, petugas memberikan solusi alternatif ibadah. Jemaah diminta tidak perlu memaksakan diri menuju Masjidil Haram pada jam-jam puncak kepadatan.

"Kami juga mengimbau tidak perlu memaksakan diri ke Masjidil Haram di waktu-waktu padat, gunakan fasilitas masjid di sekitar hotel juga termasuk musala," jelas Abdillah saat mengedukasi jemaah.

Keberadaan musala di setiap tower penginapan sengaja disiapkan agar jemaah tetap bisa beribadah berjemaah dengan nyaman. Fasilitas terdekat ini menjadi benteng utama dalam menjaga stabilitas fisik jemaah, khususnya kalangan lansia.

Melalui pendampingan yang intensif ini, pemerintah berharap seluruh jemaah Indonesia dapat melalui fase wukuf tanpa kendala berarti. Kondisi prima akan menuntun jemaah meraih predikat haji mabrur dengan sempurna.

(shf)

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |