Berisiko Tambah Beban APBN, Pemerintah Siaga Penuh Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah

15 hours ago 7

loading...

Ketua Fraksi PAN DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah bergerak cepat dan sigap dalam mengantisipasi dampak eskalasi konflik Iran-Amerika Serikat (AS) dan Israel. Foto/Dok

JAKARTA - Ketua Fraksi PAN DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan menyatakan bahwa pemerintah bergerak cepat dan sigap dalam mengantisipasi dampak eskalasi konflik Iran-Amerika Serikat (AS) dan Israel. Termasuk potensi gangguan di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia .

Menurutnya, langkah pemerintah yang memastikan cadangan energi nasional tetap aman merupakan sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional. Putri menyampaikan bahwa pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto terkait kondisi pasokan BBM yang aman menunjukkan bahwa pemerintah telah memiliki skenario mitigasi yang matang.

Indonesia juga telah memiliki diversifikasi sumber impor energi serta kerja sama strategis, termasuk Memorandum of Understanding (MoU) antara Pertamina dengan perusahaan energi asal Amerika Serikat seperti Chevron dan ExxonMobil, sehingga jalur suplai alternatif tetap terbuka apabila terjadi gangguan distribusi global.

Baca Juga: Harga Minyak Lampaui Asumsi APBN, Anggaran Subsidi BBM Dihitung Ulang

Meski demikian, Putri menegaskan bahwa tantangan utama bukan semata pada ketersediaan pasokan, melainkan pada potensi lonjakan harga minyak dunia yang kini telah menyentuh kisaran USD80 per barel. Kenaikan harga ini berisiko meningkatkan tekanan terhadap APBN, terutama pada pos subsidi dan kompensasi energi, serta berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat apabila tidak dikelola secara hati-hati.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |