Dua Tahun Chery Diam-Diam Survei Jalan Rusak Indonesia, Hasilnya: Tiggo V

13 hours ago 15

loading...

Tiggo V, sekali beli, bisa jadi tiga mobil sekaligus. Foto: Chery Indonesia

JAKARTA - Chery bikin orang bingung. Ini SUV, MPV, atau pikap?

Jawabnya: ketiganya sekaligus. Namanya Tiggo V. Diperkenalkan Chery di GIIAS 2026, ICE BSD, 5 Agustus lalu. Bukan sekadar model baru. Ini mobil yang katanya lahir dari riset dua tahun terhadap jalan-jalan Indonesia sendiri.

Hurufnya V. Di China, waktu dikenalkan di Auto China 2026 April lalu, V berarti tiga hal: Versatility, Value, Victory. Sampai di Indonesia, maknanya diperas jadi dua saja: Victory dan Versatile. Mungkin karena orang Indonesia tidak suka kepanjangan.

Bodi dan Tenaga

 Tiggo V

Panjang 4.910 mm. Lebar 1.921 mm. Tinggi 1.790 mm. Ground clearance 220 mm. Ini lebih tinggi dari kebanyakan SUV sekelasnya. Versi global yang dipamerkan di China punya wheelbase 2.800 mm, cukup untuk kabin tiga baris tujuh penumpang.

Dua pilihan mesin: bensin murni (ICE) dan hybrid generasi baru Chery Super Hybrid (CSH). Versi CSH diklaim bisa menempuh 1.030 km sekali isi–sekali charge. Efisiensi termalnya 42,5 persen. Angka yang, kalau benar, termasuk tinggi untuk mesin hybrid massal.

Konsumsi bahan bakar, menurut rilis globalnya: PHEV mulai 6 liter per 100 km. Versi bensin 7,84 liter per 100 km.

Soal medan berat, Chery pede. Tanjakan sampai 41 derajat sanggup dilibas. Naik dari klaim versi global yang cuma 30 derajat. Genangan air sedalam 700 mm juga bisa diterjang. Radius putarnya dipangkas sekitar 0,5 meter lewat fitur Easy Turn, yang mengerem roda belakang saat bermanuver di jalan sempit.

Kalau angka tanjakan versi Indonesia lebih tinggi dari versi global, itu bukan kebetulan. Itu sinyal: Chery memang mengkalibrasi ulang mobil ini khusus untuk jalan-jalan Indonesia. Bukan cuma tempel logo "Made for Indonesia" di bodi.

Satu Mobil, Tiga Wajah

Konsep intinya 3-in-1. Mode SUV untuk harian. Mode MPV untuk keluarga besar. Mode double cabin –mirip pikap– untuk angkut barang.

Kursi bisa diatur untuk 2, 4, 5, sampai 7 penumpang. Baris kedua model captain seat bisa digeser 380 mm. Bisa juga dilipat rebah jadi mode ranjang untuk perjalanan jauh. Tersedia 42 kompartemen penyimpanan.

Untuk pasar Indonesia, konfigurasi kursinya dipersempit jadi tiga pilihan: 2+3+2, 2+3+3, dan 2+2+3 dengan captain seat.

Ubah ke mode double cabin, area belakang berubah jadi bak terbuka. Bisa dipakai duduk atau menahan beban sampai 250 kg lewat split tailgate.
Kompatibel dengan roof tent, bed liner, sampai kulkas portable –tanpa modifikasi tambahan. Ada juga colokan Vehicle-to-Load 2,2 kW, jadi mobil ini bisa menyuplai listrik ke peralatan luar ruang.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |