FIFA Putar Balik Aturan Aneh usai Insiden Konferensi Pers Hakimi dan Vinicius di Piala Dunia 2026

18 hours ago 7

loading...

FIFA Putar Balik Aturan Aneh usai Insiden Konferensi Pers Hakimi dan Vinicius di Piala Dunia 2026

FIFA akhirnya mengubah aturan konferensi pers Piala Dunia 2026 setelah mendapat gelombang kritik akibat insiden yang melibatkan bintang Maroko Achraf Hakimi dan penyerang Brasil Vinicius Junior. Dua momen tersebut viral di media sosial dan memicu perdebatan mengenai kebijakan bahasa yang diterapkan selama turnamen.

Kontroversi bermula menjelang laga Maroko kontra Brasil ketika Hakimi diminta tidak menjawab pertanyaan dalam bahasa Spanyol. Padahal, bek Paris Saint-Germain itu lahir di Spanyol dan fasih menggunakan bahasa tersebut. Saat seorang jurnalis asal Meksiko mengajukan pertanyaan, Hakimi sempat menegaskan bahwa dirinya memahami bahasa Spanyol. Namun petugas FIFA menjelaskan bahwa tidak tersedia fasilitas penerjemahan untuk bahasa tersebut sehingga ia diminta menjawab dalam bahasa Inggris.

Situasi serupa juga terjadi pada Vinicius Junior. Penyerang Real Madrid itu mendapat pertanyaan dalam bahasa Spanyol, tetapi memilih menjawab dalam bahasa Portugis karena sedang mewakili Brasil. Cuplikan kedua kejadian tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memunculkan kritik, terutama karena Meksiko yang menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 merupakan negara berbahasa Spanyol.

Menurut laporan Sporting News, FIFA akhirnya melakukan perubahan kebijakan setelah menyadari besarnya reaksi publik. Badan sepak bola dunia itu kini menambahkan bahasa Spanyol sebagai bahasa resmi keempat dalam konferensi pers Piala Dunia 2026. Sebelumnya, layanan penerjemahan hanya tersedia dalam bahasa Inggris dan dua bahasa lain yang dipilih masing-masing tim peserta.

Keputusan tersebut menjadi salah satu koreksi cepat yang dilakukan FIFA selama turnamen berlangsung. Sebelumnya, sejumlah aturan baru seperti jeda hidrasi wajib dan regulasi anti-mengulur waktu juga menuai perdebatan. Meski demikian, FIFA menilai perubahan aturan bahasa ini diperlukan agar komunikasi antara pemain dan media menjadi lebih efektif, terutama mengingat jutaan penonton di negara tuan rumah menggunakan bahasa Spanyol sebagai bahasa utama.

(sto)

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |