Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?

17 hours ago 11

loading...

Inti kesepakatan AS dengan Iran adalah Teheran mendapat dana Rp5.360 triliun, tapi siapa yang akan membayarnya belum jelas. Foto/NDTV

TEHERAN - Inti dari kesepakatan Iran dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang Timur Tengah adalah dana sebesar USD300 miliar (Rp5.360,4 triliun atau Rp5,36 kuadriliun) untuk membangun kembali dan mengembangkan Iran. Tapi, sejauh ini belum jelas siapa yang akan menanggung biayanya.

Dana sebesar itu setara dengan 5 kalinya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APB) Indonesia.

Berikut yang perlu diketahui tentang dana tersebut dan para pendukung potensialnya.

Baca Juga: Perundingan AS-Iran Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout

Apa Isi Teks Kesepakatannya?

Nota Kesepahaman (MoU) Iran dengan AS menyatakan, "Washington berkomitmen dengan mitra regional untuk mengembangkan rencana definitif yang disepakati bersama dengan setidaknya USD300 miliar untuk rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran."

"Mekanisme untuk implementasi rencana ini akan diselesaikan sebagai bagian dari kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari. Semua lisensi, pengecualian, dan izin yang diperlukan untuk transaksi keuangan yang relevan akan diberikan oleh Amerika Serikat," imbuh teks tersebut.

Teks itu tidak menyebutkan siapa yang akan berkontribusi pada dana sebesar itu, yang hanya salah satu dari banyak insentif ekonomi yang ditawarkan Amerika kepada Iran untuk mendorong mereka menandatangani kesepakatan definitif.

Teks tersebut juga menyatakan berakhirnya semua jenis sanksi terhadap Iran setelah penandatanganan kesepakatan akhir, dengan Washington segera mengeluarkan pengecualian yang memungkinkan Teheran untuk menjual minyak.

"Saya pikir gagasan menyebutkan dana ini dalam MOU adalah untuk menunjukkan kepada Iran semua iming-iming yang tersedia jika mereka mematuhi MOU dan menunjukkan niat baik dalam negosiasi ke depannya," kata Anna Jacobs, seorang peneliti non-residen di Arab Gulf States Institute, yang dikutip AFP, Selasa (23/6/2026).

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Iran hanya akan mendapatkan imbalan tersebut jika membuktikan telah mematuhi ketentuan yang akan dirumuskan dalam periode 60 hari, yang menurutnya dimulai pada hari Kamis.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |