loading...
Petugas melakukan pemantauan hilal atau rukyatul hilal di Masjid Al-Musyariin Basmol, Jakarta, Selasa (17/2/2026). Foto: Arif Julianto
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penetapan awal Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026. Sidang ini dilaksanakan bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jalan M.H. Thamrin Nomor 6, Jakarta.
Sidang isbat akan dihadiri berbagai pihak, antara lain perwakilan duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, para pakar falak dari organisasi kemasyarakatan Islam, serta anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad, menjelaskan, sidang isbat merupakan mekanisme pemerintah dalam menentukan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.
Baca juga: H-4 Lebaran, Pemudik Motor Padati Pelabuhan Ciwandan
“Seperti biasa, sidang isbat diawali dengan seminar pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Setelah itu dilanjutkan dengan sidang tertutup untuk membahas hasil rukyatulhilal yang masuk dari berbagai daerah, sebelum akhirnya diumumkan kepada masyarakat,” ujar Abu Rokhmad dalam keterangannya, dikutip Selasa (17/3/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), pada hari rukyat atau 29 Ramadan 1447 H yang bertepatan dengan Kamis, 19 Maret 2026, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk dengan kisaran antara 0°54’27’’ hingga 3°7’52’’. Sementara itu, sudut elongasi hilal berkisar antara 4°32’40’’ hingga 6°6’11’’.
Menurutnya, seluruh sistem hisab juga menunjukkan bahwa ijtimak menjelang Syawal 1447 H terjadi pada 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB. Meski demikian, penentuan awal Syawal tetap menunggu hasil rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai wilayah Indonesia.
“Penetapan awal Syawal 1447 H akan menunggu laporan hasil rukyatulhilal dari seluruh daerah yang kemudian dibahas dalam sidang isbat,” jelasnya.
Kementerian Agama melakukan pemantauan hilal di 117 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Pengamatan ini dilakukan oleh Kanwil Kementerian Agama bersama Kantor Kemenag kabupaten/kota, Pengadilan Agama, organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait di daerah.
Berikut lokasi pemantauan hilal:
ACEH
1. Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang, Lhoknga
2. Tugu 0 Km Indonesia, Sabang
3. Bukit Blang Tiron, Perta Arun Gas, Lhokseumawe
4. Pantai Lhokgeulumpang, Aceh Jaya
5. POB Suak Geudubang, Aceh Barat
6. Pantai Nancala, Teupah Barat, Simeulue
SUMATERA UTARA
1. Lantai IX Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan
SUMATERA BARAT
1. Lantai 3 Gedung DPRD Pasaman Barat
2. Bukit Nganang, Lima Puluh Kota
3. Puncak Langkisau Carocok Painan
4. Balcone Hotel Bukittinggi–Medan KM 7, Agam
5. Panorama II Sitinjau Laut, Solok
6. Halaman Kantor Kemenag Solok Selatan
7. Nagari Pariangan, Tanah Datar
8. Pantai Gandoriah, Kota Pariaman
9. Dusun Simpang Desa Kolok Mudiak, Sawahlunto
10. Puncak Tonang, Pasaman
11. Pasir Tiku, Agam
12. Hotel Bukik Gadang Muaro Sijunjung
13. Pantai Ketaping, Padang Pariaman
14. Wisko Kuaro Taeh Bukik, Lima Puluh Kota
15. Masjid Al-Hakim, Kota Padang
RIAU
1. Rooftop Universitas Pahlawan, Kampar
KEPULAUAN RIAU
1. Pantai Tanjung Setumu, Tanjungpinang
2. Masjid Sultan Riayat Syah, Batam
3. Pantai Pelawan, Karimun
JAMBI
1. Rooftop Bank Jambi Lt.14, Telanaipura
SUMATERA SELATAN
1. Helipad Hotel Aryaduta, Palembang
BANGKA BELITUNG
1. Pantai Tanjung Raya Penagan, Bangka
2. Pantai Tanjung Tinggi, Belitung
BENGKULU
1. Pantai Pasir Putih, Kota Bengkulu
LAMPUNG
1. Observatorium Astronomi ITERA, Lampung Selatan
DKI JAKARTA
1. Kanwil Kemenag DKI Jakarta






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1233197/original/051827400_1463211299-WhatsApp_Web_kirim_dokumen.jpg)











