Keutamaan Bulan Safar: Meski Tak Seagung Muharram, Tetap Penuh Hikmah

17 hours ago 10

loading...

Tahun ini umat Islam memasuki bulan Safar 1448 hijriyah. Meski tidak seagung bulan Muharram, bulan Safar memiliki keutamaan tersendiri. Foto ilustrasi/ist

Tahun ini umat Islam memasuki Bulan Safar 1448 hijriyah. Meski tidak seagung bulan Muharram, bulan Safar memiliki keutamaan tersendiri.
Safar merupakan satu suku kata dengan Shifr (صفر) yang berarti kosong. Dinamakan Shafar atau shifr, karena pada bulan ini orang-orang Arab terdahulu mengosongkan rumah-rumah mereka yang beralih ke medan perang.

Pada bulan ini, banyak terjadi peperangan di masa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Di antaranya :
(1) Perang Al-Abwa atau Waddan
(2) Peristiwa Mata Air Roji'
(3) Perang Bi'r Ma'unah (Peristiwa Sumur Maunah)
(4) Penaklukan Kaum Yahudi di Perang Khaibar
(5) Pengepungan Khats'am
(6) Masuk Islamnya Bani Udzrah.

Baca juga: Siap-siap Menyambut Bulan Safar : Sejarah, Kedudukan, Mitos hingga Amalan Sunahnya

Dan masih banyak peristiwa lainnya.

Keutamaan Bulan Safar :

1. Bulan Menolak Khurafat

Istilah khurafat berarti cerita rekaan atau khayalan. Dulu orang Arab Jahiliyah menganggap bulan Safar sebagai bulan sial. Hal ini dibantah langsung oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits berikit:

لا عدوى ولا طيرة ولا هامَة ولا صَفَر

Artinya: "Tidak ada kesialan karena 'adwa (keyakinan adanya penularan penyakit), tidak ada thiyarah (menganggap sial sesuatu hingga tidak jadi beramal), tidak ada hammah (keyakinan jahiliyah tentang rengkarnasi) dan tidak pula Safar (menganggap bulan Safar sebagai bulan haram atau keramat)." (HR Al-Bukhari)

2. Bulan Menolak Pesimis

Bulan Safar juga dikenal dengan sikap pesimisnya orang Arab Jahiliyah. Mereka melakukan kemungkaran besar di bulan Safar dengan menjadikan Safar sebagai pengganti bulan mulia Muharam.

Dalam Hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: "Mereka dahulu berpendapat bahwa umrah di bulan Haji kedurhakaan paling besar di muka bumi. Mereka menjadikan Muharam sebagai bulan Shafar. Mereka mengatakan: Jika unta jamaah haji telah kembali, bekas-bekas tapak kakinya telah hilang, bulan Shafar telah habis, maka dihalalkan umrah bagi yang ingin menunaikan umrah." (HR Al-Bukhari, Muslim)

3. Bulan yang Baik untuk Menikah

Keutamaan bulan Safar lainnya adalah momentum yang baik untuk menikah sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah SAW. Pada bulan Safar, Beliau menikahkan putrinya Sayyidah Fatimah radhiyallahu 'anha dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib pada Tahun ke-2 Hijriyah. Dalam riwayat juga disebut Nabi menikahi Sayyidah Khadijah pada bulan Safar. Ada yang mengatakan bulan Rabiul Awal. Beliau juga Hijrah dari Makkah ke Madinah pada bulan Safar dan tiba di Madinah pada bulan Rabiul Awal.

Baca juga: Mengapa Bulan Safar Dianggap Membawa Kesialan? Ini Penjelasan Islam dan Asal Usul Mitosnya

(wid)

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |