Kisah Ali bin Thalib : Akhlak Sang Singa Allah, Mengislamkan Lawan di Tengah Kecamuk Perang

10 hours ago 10

loading...

Dalam buku Tasawuf Mendamaikan Dunia karya Bawa Muhayyaddin, dikisahkan bagaimana akhlak Ali bin Abu Thalib si singa Allah ini dalam peperangan dan melawan musuh-musuhnya. Foto ilustrasi/ist

Kisah sahabat Nabi SAW , Ali bin Abu Thalib ketika berperang ini sangat menarik dan banyak hikmah serta pelajaran yang bisa dipetik umat Islam saat ini. Bagaimana kisahnya tersebut?

Dalam buku "Tasawuf Mendamaikan Dunia" karya Bawa Muhayyaddin, dikisahkan bagaimana akhlak Ali bin Abi Thalib si 'singa Allah" ini dalam peperangan dan melawan musuh-musuhnya.

Alkisah, suatu hari ketika Ali bin Abu Thalib sedang berada dalam pertempuran, pedang musuhnya patah dan orangnya terjatuh. Ali berdiri di atas musuhnya itu, meletakkan pedangnya ke arah dada orang itu. Beliau berkata, "Jika pedangmu berada di tanganmu, maka aku akan lanjutkan pertempuran ini, tetapi karena pedangmu patah, maka aku tidak boleh menyerangmu."

"Kalau aku punya pedang saat ini, aku akan memutuskan tangan-tanganmu dan kaki-kakimu," orang itu berteriak balik.

"Baiklah kalau begitu," jawab Ali, dan dia menyerahkan pedangnya ke tangan orang itu.

"Apa yang sedang kamu lakukan," tanya orang itu kebingungan. "Bukankah saya ini musuhmu?"

Ali memandang tepat di matanya dan berkata, "Kamu bersumpah kalau memiliki sebuah pedang di tanganmu, maka kamu akan membunuhku. Sekarang kamu telah memiliki pedangku, karena itu majulah dan seranglah aku". Tetapi orang itu tidak mampu. "Itulah kebodohanmu dan kesombongan berkata-kata," jelas Sayyidina Ali.

Baca juga: Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan

"Di dalam agama Allah tidak ada perkelahian atau permusuhan antara kamu dan aku. Kita bersaudara. Perang yang sebenarnya adalah antara kebenaran dan kekurangan kebijakanmu. Yaitu antara kebenaran dan dusta. Engkau dan aku sedang menyaksikan pertempuran itu. Engkau adalah saudaraku. Jika aku menyakitimu dalam keadaan seperti ini, maka aku harus mempertanggungjawabkannya pada hari kiamat. Allah akan mempertanyakan hal ini kepadaku."

"Inikah cara Islam?" Orang itu bertanya.

"Ya," jawab Sayyidina Ali, "Ini adalah firman Allah, yang Mahakuasa, dan Sang Unik."

Dengan segera, orang itu bersujud di kaki Sayyidina Ali dan memohon, "Ajarkan aku syahadat."

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |