Langka, Penasihat Trump Desak AS Nyatakan Menang lalu Kabur dari Perang Iran

18 hours ago 8

loading...

Penasihat senior Presiden Donald Trump, David Sacks, desak AS nyatakan kemenangan dan keluar dari perang Iran. Foto/Tasnim News Ageny/Mostafa Tehrani

WASHINGTON - Seorang penasihat senior Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memperingatkan bahwa Washington mungkin sudah mendekati batas kemampuan yang dapat dicapai dengan aman dalam perang yang semakin meningkat dengan Iran.

Berbicara di podcast "All-In", penasihat AI dan mata uang kripto Gedung Putih, David Sacks, mendesak AS untuk melarikan diri atau mundur dari konflik sebelum semakin meluas di Timur Tengah.

Baca Juga: Iran Ledek Habis Trump usai Mengemis ke Banyak Negara agar Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

“Ini adalah waktu yang tepat untuk menyatakan kemenangan dan keluar,” kata Sacks, dengan alasan bahwa Washington harus mencari jalan keluar melalui negosiasi daripada mendorong eskalasi yang lebih dalam.

“Saya setuju bahwa kita harus mencoba menemukan jalan keluar,” ujarnya, seperti dikutip dari Palestine Chronicle, Minggu (15/3/2026).

Pernyataannya penting dan langka karena menantang narasi dominan yang datang dari Gedung Putih dan banyak tokoh Partai Republik yang terus menggambarkan perang sebagai keberhasilan strategis yang menentukan.

Sebaliknya, Sacks menyampaikan catatan yang jauh lebih hati-hati, menunjukkan bahwa semakin lama perang berlanjut, semakin tidak dapat diprediksi konsekuensinya.

Konsekuensi Bencana

Sacks memperingatkan bahwa Iran masih memiliki kemampuan untuk membalas dengan cara yang dapat menggoyahkan seluruh kawasan Timur Tengah.

Salah satu skenario yang diuraikannya melibatkan serangan terhadap infrastruktur minyak Teluk dan pabrik desalinasi yang memasok air minum di seluruh Semenanjung Arab.

“Saya pikir ada sekitar 100 juta orang di Semenanjung Arab yang mendapatkan air mereka dari desalinasi,” kata Sacks.

Kerusakan pada fasilitas tersebut dapat memiliki konsekuensi kemanusiaan langsung di beberapa negara Teluk yang sangat bergantung pada air hasil desalinasi.

Sacks menggambarkan skenario tersebut sebagai “benar-benar bencana.”

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |