Menguak Transaksi Gelap Minyak Rp9,7 Triliun Sebelum Tweet Trump Soal Iran

16 hours ago 18

loading...

Hanya 15 menit sebelum postingan Presiden AS Donald Trump tentang pembicaraan Iran, sejumlah transaksi gelap bernilai hampir USD580 juta atau setara Rp9,7 Triliun terekam masuk ke pasar minyak. Foto/Dok

JAKARTA - Pasar energi global diguncang oleh dugaan kebocoran informasi (insider trading ) skala besar. Hanya 15 menit sebelum postingan Presiden AS Donald Trump tentang pembicaraan Iran, sejumlah transaksi gelap bernilai hampir USD580 juta atau setara Rp9,7 Triliun terekam masuk ke pasar minyak mentah .

Spekulasi ini mencuat setelah harga minyak mentah langsung terjun bebas sesaat setelah unggahan Trump di media sosial Truth Social muncul pada Senin pagi waktu New York. Sekitar 6.200 kontrak berjangka Brent dan West Texas Intermediate berpindah tangan antara pukul 18:49 dan 18:50 waktu Indonesia, menurut estimasi Financial Times berdasarkan data Bloomberg.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Brent Tembus Level Tertinggi Sejak 2022

Perdagangan tersebut terjadi sekitar 15 menit sebelum postingan Trump pada pukul 19:04 yang menyatakan telah ada "percakapan produktif" dengan Teheran untuk mengakhiri perang di Iran.

Volume perdagangan untuk Brent dan WTI meningkat pada waktu yang sama, 27 detik sebelum pukul 18:50. Kontrak berjangka yang melacak indeks saham S&P 500 naik harga beberapa saat setelah perdagangan minyak, dengan volume juga meningkat selama periode waktu tersebut.

Tidak diketahui apakah satu entitas atau beberapa entitas yang berada di balik perdagangan hari Senin tersebut. Postingan Truth Social Trump memicu aksi jual di seluruh pasar energi global dan kenaikan pada kontrak berjangka indeks saham S&P 500 serta ekuitas Eropa.

Kontrak berjangka Crude Oil WTI diperdagangkan sekitar USD89,50 pada sekitar pukul 06:00 waktu Indonesia pada hari Senin, turun dari di atas USD98 tepat sebelum Trump membuat postingannya. Indeks S&P 500 naik 1,05% pada hari Senin. Kemudian pada hari Senin, Mohammad-Bagher Ghalibaf, Ketua parlemen Iran, membantah dalam sebuah postingan di X bahwa ada negosiasi antara Washington dan Teheran yang telah terjadi.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |