loading...
Metro Timur Indonusa menginvestasikan USD1 juta dolar untuk menemukan dan mendukung tim awal yang mengembangkan alat kecerdasan buatan untuk ekonomi kreator. Foto/Dok. SindoNews
JAKARTA - Ekonomi influencer kini bergerak cepat dari tahap yang didorong oleh pengaruh individu, menuju era operasi yang didukung alat kecerdasan buatan ( artificial intelligence/AI ). Berdasarkan tren ini, platform investasi awal terkemuka di Asia Tenggara, PT Metro Timur Indonusa, baru-baru ini mengumumkan untuk menginvestasikan dana khusus USD1 juta dolar untuk menemukan dan mendukung tim awal yang mengembangkan alat kecerdasan buatan untuk ekonomi kreator.
Investasi dari dana ini akan difokuskan pada tujuan inti, yaitu meningkatkan efisiensi produksi dan bisnis kreator konten. Titik perhatian pada aplikasi yang dapat memberikan nilai jangka panjang untuk alur kerja kreatif yang nyata. Baca juga: Ekonomi Digital RI Hampir USD100 Miliar, Menko Airlangga Sebut AI Mesin Pertumbuhan Baru
Ini mencakup, namun tidak terbatas pada, alat yang menggunakan AI generatif untuk mengoptimalkan proses produksi konten, platform yang menggunakan analisis data dan pembelajaran mesin. Tujuannya membantu kreator memahami perilaku audiens dan mengoptimalkan pengambilan keputusan, serta solusi teknologi yang mendukung manajemen, perdagangan, dan pengalaman untuk IP digital, barang virtual, dan bentuk baru lainnya.
Marketing Manager PT Metro Timur Indonusa, Bagoes Wicaksono, menjelaskan investasi dana ini berasal dari pengamatan jangka panjang terhadap perubahan struktur ekonomi kreator. Bukan berdasarkan penilaian terhadap satu bentuk konten atau platform tertentu.
“Di pasar Asia Tenggara, banyak kreator individu telah bertransformasi menjadi entitas bisnis dengan pendapatan yang stabil. Namun dalam hal manajemen konten, analisis data, operasi lintas platform, dan kepatuhan, mereka masih sangat bergantung pada alat yang terpisah dan tidak efisien,” katanya, Selasa (14/4/2026).
Kesenjangan pasar ini menjadikan ekosistem kreator sebagai skenario aplikasi yang ideal untuk alat AI. Bagoes berpendapat bahwa aplikasi AI di bidang ini sedang beralih dari "pembuatan konten yang menampilkan" ke alat efisiensi dasar dan sistem pendukung keputusan.
“Produk yang memiliki daya saing jangka panjang biasanya tidak berfokus pada pencapaian skala lalu lintas, melainkan pada kemampuan untuk terus diintegrasikan oleh kreator dan merek dalam operasi sehari-hari,” imbuhnya.








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4203050/original/004339100_1666688306-Aplikasi_Whatsapp_Down-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5451323/original/095880900_1766281401-Daftar_Aplikasi_dan_Game_Paling_Banyak_Diunduh_di_Indonesia_01.jpg)








