Para Penasihat Trump Menyesal AS Perang Melawan Iran, Terlalu Remehkan Rezim Teheran

20 hours ago 8

loading...

Para penasihat Presiden Donald Trump dilaporkan menyesal AS berperang melawan Iran. Foto/TRT World

WASHINGTON - Para penasihat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan penyesalan atas keputusan untuk berperang melawan Iran. Penyesalan ini muncul di tengah meningkatkan kekhawatiran bahwa pemerintahan Trump meremehkan ketahanan rezim Teheran.

Penyesalan para penasihat presiden AS itu diungkap Axios dalam laporan yang diterbitkan pada hari Senin.

Baca Juga: Trump Akui Terkejut Ternyata Iran Berani Serang Negara-negara Timur Tengah

Menurut laporan tersebut, beberapa pejabat kunci enggan atau menginginkan lebih banyak waktu sebelum meluncurkan kampanye militer terhadap Iran. Seorang sumber AS mengatakan Trump akhirnya menepis keraguan tersebut, dengan mengatakan, “Saya hanya ingin melakukannya.”

Sumber tersebut menambahkan bahwa Trump telah didorong oleh keberhasilan militer AS baru-baru ini, termasuk serangan musim panas lalu terhadap Iran dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Januari lalu, dan telah melebih-lebihkan kemampuannya untuk menggulingkan rezim Iran tanpa pasukan darat.

“Dia terlalu percaya diri,” kata sumber tersebut kepada Axios.

Laporan tersebut mencatat bahwa Trump saat ini telah jatuh ke dalam “perangkap eskalasi” di Selat Hormuz, di mana pihak yang lebih kuat merasa terpaksa untuk terus menyerang guna menunjukkan superioritasnya, meskipun keuntungan semakin berkurang.

Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan kepada Axios bahwa campur tangan Iran di Selat Hormuz membuat Trump “semakin teguh” daripada mendorong penilaian ulang.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |