loading...
Setiap kali pengendara memilih melawan arus, risiko kecelakaan ikut turut mengintai. Fenomena seperti itu masih banyak dijumpai di berbagai darah. Di kota-kota besar bahkan hingga pelosok. Foto/Dok. Okezone
JAKARTA - Fenomena pengendara sepeda motor melawan arus banyak dijumpai di berbagai daerah. Mulai dari kota-kota besar hingga pelosok Tanah Air.Ironisnya, pelanggaran lalu lintas itu tetap terjadi meski berbagai upaya telah dilakukan untuk menciptakan lalu lintas yang lebih tertib.
Di Jakarta misalnya, pemandangan tersebut kerap dijumpai di berbagai titik, seperti di kawasan Kampung Melayu, Kalibata, Cawang, hingga sejumlah ruas jalan. Petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan rutin melakukan pengaturan di lapangan. Berbagai sarana pendukung keselamatan seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan juga telah dipasang. Namun, semua itu masih belum sepenuhnya mampu menghentikan sebagian pengendara yang memilih mengambil jalan pintas dengan melawan arus. Baca juga: Pesta Pelanggaran di Jalanan Jakarta: 37 Ribu Pelanggar Terekam E-TLE dalam Seminggu, 68 Persen Pengendara Motor!
Alasan yang paling sering terdengar sederhana: tidak ingin memutar terlalu jauh, mengejar waktu, atau sekadar ingin lebih cepat sampai tujuan. Ada pula yang merasa sudah hafal kondisi jalan sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan.
Saking terbiasanya, pemandangan seperti itu bukan lagi dianggap sebagai pelanggaran, melainkan rutinitas lalu lintas yang seolah harus dimaklumi. Padahal, setiap kali pengendara memilih melawan arus, risiko kecelakaan ikut turut mengintai. ”Saya sering berpapasan dengan pengendara lawan arah. Sangat membahayakan,” kata Yusuf, salah satu pengendara motor di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Keputusan yang tampak sepele itu sebenarnya membawa konsekuensi besar. Jalan raya dirancang agar setiap pengguna dapat memprediksi arah datangnya kendaraan lain. Ketika ada kendaraan muncul dari arah yang tidak semestinya, ruang untuk bereaksi menjadi jauh lebih sempit dan potensi kecelakaan meningkat.


















































