Putin dan al-Sharaa Makin Mesra, 5 Alasan Suriah dan Rusia Definisikan Ulang Aliansi

6 hours ago 9

logo-apps-sindo

Makin mudah baca berita nasional dan internasional.

Kanal

MNC Portal

Live TV

Radio Live

MNC Networks

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:20 WIB

Putin dan al-Sharaa...

Suriah dan Rusia makin mesra. Foto/X/@QUSAY_NOOR_

DAMASKUS - Suriah dan Rusia menghabiskan waktu 18 bulan terakhir untuk merundingkan nasib kehadiran militer Moskow di Suriah menyusul jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024.

Pada hari Minggu, setidaknya sebagian dari persoalan tersebut tampaknya telah terselesaikan setelah pemerintah pasca-Assad di Damaskus mengumumkan nota kesepahaman terkait pangkalan udara Hmeimim dan pangkalan angkatan laut Tartus milik Moskow.

Rusia merupakan sekutu utama Assad selama perang saudara Suriah yang berlangsung hampir 14 tahun, yang bermula dari protes Arab Spring pada tahun 2011 dan berakhir ketika Presiden saat ini, Ahmed al-Sharaa, memimpin serangan kilat ke Damaskus dan menggulingkan rezim tersebut. Assad melarikan diri ke Rusia, tempat ia dan keluarganya diberikan suaka. Berdasarkan kesepakatan baru tersebut, Suriah akan mengambil alih kendali atas fasilitas sipil di pangkalan udara Hmeimim dan bagian komersial pelabuhan Tartus.

Fasilitas militer tersebut akan diubah menjadi pusat pelatihan dan kualifikasi gabungan Rusia-Suriah, dengan proses transisi yang diperkirakan rampung dalam waktu tiga bulan. Moskow belum memberikan komentar mengenai kesepakatan ini.

Hal ini menandai perubahan signifikan dari peran kedua pangkalan tersebut sebelumnya dalam mendukung al-Assad selama perang saudara yang menewaskan ratusan ribu warga Suriah dan menyebabkan jutaan orang mengungsi.

Namun, para analis menilai langkah ini bisa jadi mencerminkan pendekatan yang lebih pragmatis; Damaskus mendapatkan kembali kedaulatan yang lebih besar atas fasilitas-fasilitas strategis penting, sementara Moskow tetap mempertahankan pijakan dan menghindari kemungkinan terusir sepenuhnya dari negara tempat mereka telah menanamkan investasi besar selama beberapa dekade.

"Kesepakatan antara Rusia dan pemerintah Suriah menunjukkan bahwa kedua negara saling membutuhkan," ujar Alexey Muraviev, peneliti senior bidang pertahanan dan studi strategis di Edith Cowan University, Australia Barat, kepada Al Jazeera. Ia menambahkan bahwa Damaskus kemungkinan besar "tidak tertarik untuk mengakhiri hubungan jangka panjangnya dengan Rusia".

Moskow merupakan sekutu utama Assad selama perang saudara Suriah, yang membantu mempertahankan kekuasaan pemimpin tersebut dengan memberikan dukungan militer vital.

Intervensi militer Rusia pada tahun 2015 membantu mengubah arah perang sehingga menguntungkan pemerintah yang dipimpin al-Assad. Hmeimim menjadi pusat operasi udara Rusia, sementara Tartus menyediakan pijakan utama bagi angkatan laut Rusia di Mediterania.

Namun, Rusia tidak melakukan intervensi saat terjadi pergerakan pasukan besar-besaran menuju Damaskus yang berujung pada tergulingnya al-Assad pada Desember 2024.

Setelah Assad digulingkan, pasukan Rusia yang masih berada di Suriah secara bertahap meninggalkan negara tersebut, kecuali mereka yang ditempatkan di kedua pangkalan itu.

Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pengaturan baru untuk pangkalan-pangkalan tersebut merupakan bentuk "penataan ulang kehadiran Rusia" di sepanjang pesisir Suriah.

wa-channel

Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

Follow

Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

Infografis

5 Rudal Paling Mematikan...

5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |