Putin Sebut Tak Ada Bukti Iran Ingin Membuat Bom Nuklir, lalu Apa Tujuan Perang AS?

9 hours ago 12

loading...

Presiden Vladimir Putin menyatakan Rusia tak pernah melihat bukti Iran berupaya untuk membuat bom nuklir. Ini jadi pertanyaan tentang tujuan sebenarnya perang AS dan Israel. Foto/Sputniknews

MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa Moskow tidak melihat adanya bukti tentang upaya Iran untuk membuat bom nuklir. Pernyataan ini kontras dengan dalih Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa perang gabungan Amerika dan Israel untuk menggagalkan upaya Teheran memperoleh senjata nuklir.

Berbicara di sela-sela parade Hari Kemenangan 9 Mei, Putin menggambarkan permusuhan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran sebagai konflik yang sangat rumit.

Baca Juga: Israel Ketakutan dengan 400 Kg Uranium Iran, Bisa untuk Membuat 11 Bom Nuklir

Menurutnya, Rusia tetap mempertahankan hubungan baik dengan Iran dan negara-negara Teluk dan terus terlibat dengan kedua pihak untuk mencari solusi atas krisis yang sedang berlangsung.

"Mengenai Iran dan Amerika Serikat, ini adalah konflik yang sangat rumit. Ini menempatkan kita pada posisi yang sulit karena kita memiliki hubungan baik dengan Iran dan dengan negara-negara Teluk. Kami menjaga kontak dengan kedua pihak. Saya berharap konflik ini akan segera berakhir. Saya percaya tidak ada yang tertarik untuk memperpanjangnya," kata Putin, menambahkan bahwa kompromi masih mungkin.

Berbicara tentang tuduhan AS dan Israel bahwa Iran berambisi untuk memperoleh senjata nuklir dan pembangkit nuklir Teheran yang dikerjakan bersama Moskow, Putin menyoroti kerja sama Rusia di masa lalu pada tahun 2015 dan menekankan bahwa proyek-proyek yang sedang berlangsung, termasuk pembangkit nuklir Bushehr di Iran, tetap fokus pada tujuan energi damai.

“Kami sudah pernah melakukannya pada tahun 2015. Dan saat itu Iran sepenuhnya dan bukan tanpa alasan mempercayai kami. Kami melanjutkan program nuklir di Iran; kami menyelesaikan pembangunan Bushehr. Pekerjaan kami di bidang atom damai tidak terpengaruh oleh situasi saat ini. Kami melakukannya pada tahun 2015, dan itu menjadi dasar untuk penandatanganan perjanjian di antara semua negara yang berkepentingan dan Iran. Itu memainkan peran yang sangat positif. Saya katakan sekali lagi bahwa kami siap untuk mengulangi hal itu,” kata Putin.

Putin lebih lanjut mencatat bahwa Rusia tidak pernah menemukan bukti bahwa Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir. “Jika semua orang menyetujuinya, Iran dapat sepenuhnya yakin bahwa mereka akan mengekspor bahan-bahan ini ke negara sahabat yang telah bekerja sama dan akan terus bekerja sama dalam bidang atom damai, dan tidak berupaya untuk mempersenjatainya. Kami tidak pernah sekali pun mengatakan bahwa ada bukti tentang upaya Iran untuk memiliki senjata nuklir. Dan semua peserta lain, menurut saya, juga bisa tertarik,” imbuh orang nomor satu Rusia ini, seperti dikutip dari Asia Net, Minggu (10/5/2026).

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |