Edukasi Kesehatan, Universitas Hang Tuah Perkuat Kapasitas Kader Posyandu

1 hour ago 4

loading...

Tim PKM BIMA Universitas Hang Tuah memperkuat kapasitas kader posyandu melalui kegiatan hands-on yang mengintegrasikan edukasi tumbuh kembang anak dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi mangrove di Pangkahkulon, Gresik. Foto/Dok. SindoNews

GRESIK - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) BIMA Universitas Hang Tuah memperkuat kapasitas kader Posyandu di Pangkahkulon, Gresik, melalui kegiatan hands-on yang mengintegrasikan edukasi tumbuh kembang anak dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi mangrove. Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Inovasi Modul SDIDTK-CISIU dan Produk Mangrove: Penguatan Kader Posyandu sebagai Trainer Keluarga Risiko Stunting untuk Percepatan Pencegahan di Pangkahkulon, Gresik.”

Pendekatan yang menggabungkan aspek kesehatan, pemanfaatan potensi lokal, dan pemberdayaan ekonomi menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian masyarakat sekaligus mendukung percepatan pencegahan stunting . “Melalui kegiatan ini, Tim PKM Universitas Hang Tuah berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kader dapat diterapkan secara berkelanjutan dan diteruskan kepada keluarga di Pangkahkulon,” kata Ketua Program apt. Ersanda Nurma Praditapuspa, Jumat (4/9/2026). Baca juga: 1 dari 5 Anak Indonesia Stunting, Dampaknya Bisa Ganggu Kecerdasan dan Prestasi

Ersanda berterima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktik Ristek atas dukungan yang diberikan sehingga program ini terlaksana dengan baik.

Dalam sesi hands-on, dr. Ronald Pratama Adiwinoto memandu praktik implementasi Modul SDIDTK-CISIU (Stimulasi, Identifikasi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang) pada area playground. Kader dilibatkan secara langsung dalam praktik stimulasi dan pengamatan tumbuh kembang anak sehingga memperoleh pengalaman aplikatif untuk mendukung peran mereka sebagai trainer dan pendamping keluarga.

Sementara itu, aspek pemberdayaan ekonomi dilakukan melalui praktik diversifikasi produk berbasis mangrove. apt. Ersanda Nurma Praditapuspamemandu hands-on pembuatan Mangrove Soy Candle. Sedangkan apt. Yuli Ainun Najih memandu praktik pembuatan Mangrove Herbal Soap.

Kegiatan praktik tersebut memberikan kesempatan kepada kader untuk mengenal dan mencoba secara langsung pemanfaatan potensi mangrove menjadi produk inovatif yang memiliki nilai guna dan berpotensi dikembangkan secara ekonomi. Selain itu, kader juga diperkenalkan dengan Mangrove Forti Sprinkle sebagai salah satu inovasi produk berbasis mangrove dalam program. Baca juga: Prabowo Bertemu 5 Pengusaha di Hambalang, Ajak Gotong Royong Buka Lapangan Kerja

Antusiasme kader terlihat selama seluruh rangkaian praktik. Integrasi edukasi kesehatan dan pemberdayaan ekonomi diharapkan dapat memperkuat peran kader sebagai penggerak masyarakat, baik dalam meningkatkan perhatian keluarga terhadap tumbuh kembang anak maupun dalam mendorong pemanfaatan potensi lokal secara produktif sebagai bagian dari upaya mendukung keluarga berisiko stunting.

(poe)

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |