loading...
Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine tak berencana kerahkan tentara militer ke TPS selama pemilu sela November mendatang. Foto/US Navy Petty Officer 1st Class Alexander Kubitza
WASHINGTON - Jenderal tertinggi militer Amerika Serikat (AS), Dan Caine, mengatakan pihaknya tidak berencana mengerahkan tentara atau personel lain ke tempat pemungutan suara (TPS) selama pemilu sela November nanti.
Jenderal Caine, yang menjabat sebagai Ketua Kepala Staf Gabungan AS, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah surat kepada Senator Elissa Slotkin, yang sebelumnya telah bertanya kepadanya dan Menteri Perang Pete Hegseth mengenai peran angkatan bersenjata selama pemilu sela November.
Baca Juga: Berseteru dengan Menteri Perang Hegseth, Petinggi Angkatan Darat AS Mundur
"Administrasi dan keamanan pemilihan umum tetap menjadi tanggung jawab mendasar pejabat negara bagian dan daerah," bunyi Caine untuk Slotkin, yang dikutip NBC News, Selasa (1/9/2026).
"Pasukan Gabungan tidak memiliki rencana untuk mengirim personel militer federal atau anggota Garda Nasional yang dimobilisasi secara federal ke tempat pemungutan suara selama pemilihan umum 2026. Demikian pula, Pasukan Gabungan tidak berencana menggunakan personel semacam itu untuk menyita surat suara, mesin pemungutan suara, atau materi terkait pemilihan umum lainnya," paparnya.
Surat Caine tersebut pertama kali dilaporkan oleh The Associated Press. Dia menulis, "Saya tidak menerima ataupun memperkirakan akan menerima perintah yang melanggar hukum terkait peran Pasukan Gabungan dalam pemilihan umum sela bulan November 2026 mendatang."
















































