loading...
Presiden China Xi Jinping dikabarkan sedang menyiapkan rombongan pengusaha untuk mendampingi dalam kunjungan ke Washington. FOTO/Reuters
BEIJING - Presiden China Xi Jinping dikabarkan sedang menyiapkan rombongan pengusaha untuk mendampingi dalam kunjungan ke Washington, Amerika Serikat (AS) pada September ini sebagai sinyal memperkuat hubungan investasi dan perdagangan.
"Perasaan saya adalah bahwa pihak China akan lebih sengaja dalam menentukan peran para pebisnis ini dengan mengikutsertakan mereka dalam delegasi," kata pakar bisnis China di Center for Strategic and International Studies (CSIS) Scott Kennedy seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (5/9/2026).
Baca Juga: Miliarder Venezuela yang Bantu AS Tangkap Maduro Kini Dapat Kontrak Minyak Pentagon
Dua sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan delegasi bisnis itu akan mendampingi Xi dalam pertemuan tingkat tinggi pada 24 September. Namun, Reuters belum dapat memastikan nama-nama eksekutif yang akan masuk dalam rombongan tersebut.
Langkah itu dinilai untuk menunjukkan kesediaan China mendukung investasi dan hubungan komersial dengan AS. Kehadiran para pemimpin perusahaan China juga berpotensi memberikan keuntungan ekonomi bagi pemerintahan Presiden AS Donald Trump menjelang pemilihan umum paruh waktu.
Xi diketahui jarang melakukan perjalanan ke luar negeri dengan membawa rombongan eksekutif perusahaan. Sejumlah perusahaan swasta China bahkan sempat berada di bawah tekanan setelah Beijing memperketat regulasi sektor teknologi, pendidikan, dan properti sejak 2020.
Rencana membawa delegasi bisnis dalam kunjungan September tersebut penting karena perusahaan China menghadapi pengawasan yang semakin ketat atas investasi dan kegiatan bisnis mereka di AS. Washington telah mengenakan tarif 100% terhadap kendaraan listrik impor dari China, melarang sejumlah impor drone, router, dan robot asing, serta memaksa pelepasan operasi TikTok di AS.
Xi terakhir kali membawa rombongan bisnis dalam jumlah besar ke AS pada 2015. Saat itu, rombongan tersebut antara lain mencakup pendiri Alibaba Jack Ma, pendiri Tencent Pony Ma, serta sejumlah eksekutif perbankan dan perusahaan milik negara China.

















































