loading...
Kapal induk USS Abraham Lincoln Amerika Serikat yang mundur dari perang melawan Iran dijadwalkan singgah di pelabuhan Thailand awal September. Foto/ABC News
JAKARTA - Setelah menghabiskan lebih dari 250 hari di laut, kapal induk Amerika Serikat (AS); USS Abraham Lincoln, ditarik pulang dari operasi tempur melawan Iran di Timur Tengah. Dalam perjalanan pulang, ia dijadwalkan singgah di dekat wilayah Indonesia, tepatnya di pelabuhan di Thailand, pada awal September.
Kunjungan tersebut akan mengakhiri misi penugasan yang memecahkan rekor dan memicu kekhawatiran mengenai kondisi awak kapal serta kesehatan mental mereka.
Baca Juga: Pentagon Pecat Bos Media Militer AS karena Beritakan Kondisi Buruk Kapal Induk USS Abraham Lincoln
Para awak kapal USS Abraham Lincoln akhirnya mendapatkan jadwal kunjungan pelabuhan, berdasarkan pesan singkat yang dikirim kepada anggota keluarga dan dibagikan kepada USA TODAY.
Pesan-pesan tersebut menyebutkan bahwa USS Lincoln dijadwalkan singgah di Thailand pada awal September. Kapal induk tersebut sedang dalam perjalanan pulang setelah menjalani penempatan yang diperpanjang dan memecahkan rekor di Timur Tengah di tengah perang Amerika Serikat melawan Iran.
Dalam percakapan pesan pada 18 Agustus yang dibagikan kepada USA TODAY, seorang pelaut di atas USS Lincoln meminta kerabatnya mengirimkan beberapa pilihan hotel yang terlihat bagus di Thailand. Dalam percakapan lain baru-baru ini, seorang anggota keluarga mengatakan kepada kerabatnya bahwa dia sangat gembira karena selama ini dia selalu membicarakan keinginannya pergi ke Thailand.
Juru bicara Angkatan Laut AS mengatakan kepada USA TODAY bahwa Angkatan Laut tidak mengomentari operasi atau pergerakan kapal di masa mendatang karena alasan keamanan operasional.
Kapal tersebut memulai perjalanan pulang setelah Komando Pusat AS atau US Central Command (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer di Timur Tengah, mengumumkan bahwa kapal induk USS George Washington telah tiba di Laut Arab.
Kapal induk Lincoln menjadi sorotan setelah anggota Kongres dari Partai Demokrat dan keluarga para personel militer menyuarakan kekhawatiran mengenai kondisi di atas kapal. Mereka menyoroti masalah kesehatan mental awak serta laporan mengenai seorang pelaut yang melompat ke laut dari kapal.
Para keluarga awak juga melaporkan adanya mandi dengan air dingin, toilet yang tersumbat, serta persediaan kebutuhan yang tidak memadai.
USA TODAY berbicara dengan sejumlah anggota keluarga yang juga mengungkapkan frustrasi karena tidak adanya kepastian mengenai kapan kerabat mereka akan kembali.

















































