Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani

3 hours ago 4

loading...

Presiden Donald Trump menyatakan Israel tak berhak mengkritik kesepakatan yang dicapai AS dan Iran. Foto/White House

PARIS - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tidak berhak mengkritik nota kesepahaman (MoU) Amerika dan Iran yang ditandatanganinya. Sebab, Israel telah menarik diri dari operasi gabungan untuk membunuh jenderal top Iran, Qassem Soleimani, pada tahun 2020.

Trump menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di sela-sela KTT G7 di Prancis pada hari Rabu. Kesempatan tersebut dimanfaatkan Trump untuk mengkritik keras Israel—sesuatu yang telah menjadi kebiasaannya dalam beberapa hari terakhir di tengah frustrasi dengan tindakan militer Zionis dalam perang melawan Hizbullah, yang telah membahayakan negosiasi AS-Iran.

Baca Juga: Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak

Presiden Amerika tersebut memulai dengan mengulangi kritiknya terhadap Israel karena menarik diri dari operasi gabungan dengan AS pada tahun 2020 untuk membunuh Jenderal Soleimani, yang merupakan komandan Pasukan Quds—pasukan elite dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Trump telah menceritakan kisah tersebut berulang kali di masa lalu, tetapi sebagian besar berhenti setelah dia menjadi calon presiden dari Partai Republik pada tahun 2024, di mana pada saat itu hubungannya dengan Netanyahu membaik secara substansial.

“Israel sangat baik kepada saya, tetapi mereka tidak ingin melakukan serangan itu,” kata Trump, yang dilansir Times of Israel, Kamis (18/6/2026).

“Mereka sudah siap pada malam sebelum serangan. Kemudian [Israel memberi tahu] saya bahwa mereka tidak ingin melakukannya,” imbuh Trump, mengeklaim bahwa dia memutuskan untuk melanjutkan operasi tersebut sendirian.

Dia kemudian menyerang para kritikus yang menurutnya menyerukan agar dia terus mengebom Iran, alih-alih menandatangani perjanjian untuk mengakhiri perang.

“Untuk semua yang disebut genius yang ingin menunjukkan betapa pintarnya mereka, tanyakan kepada mereka mengapa mereka tidak meledakkan Jenderal Soleimani,” kata Trump, merujuk pada Israel.

Trump kemudian mengulangi kritiknya terhadap Netanyahu atas serangan Israel terhadap Hizbullah.

“Bibi Netanyahu kebetulan adalah orang baik, tetapi terkadang dia sedikit terlalu bersemangat,” kata Trump, sambil tetap menyebutnya sebagai “perdana menteri yang luar biasa".

“Kita memiliki sedikit perselisihan tentang Lebanon. Saya katakan, ‘Anda bisa sedikit lebih lunak, Bibi. Anda tidak perlu merobohkan bangunan setiap kali seseorang dari Hizbullah masuk ke dalamnya',” kata Trump.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |