Kisah Kaum Nabi Nuh yang Diazab Banjir Besar, Ini Penyebabnya Menurut Al-Qur'an

18 hours ago 19

loading...

Kisah kaum Nabi Nuh bukan hanya cerita tentang banjir besar. Ada pesan penting mengenai bahaya kesyirikan, kesombongan dan penolakan terhadap kebenaran. Foto ilustrasi/ist

Kisah kaum Nabi Nuh 'alaihissalam yang diazab dengan banjir besar merupakan salah satu peristiwa yang diabadikan dalam Al-Qur'an. Banjir tersebut menjadi bagian dari kisah penting dalam sejarah umat manusia sekaligus pelajaran bagi orang-orang yang mengingkari dakwah seorang nabi.

Lantas, apa yang menyebabkan kaum Nabi Nuh mendapatkan azab sedemikian dahsyat?

Kisah ini tidak sekadar bercerita tentang banjir besar, tetapi juga menggambarkan bagaimana kesyirikan, kesombongan, dan penolakan terhadap dakwah Nabi Nuh berkembang di tengah masyarakat.

Al-Qur'an mengisahkan bahwa Nabi Nuh telah berdakwah kepada kaumnya dalam waktu yang sangat panjang. Namun, hanya sebagian kecil yang menerima ajarannya.


Kaum Nabi Nuh Menyembah Berhala

Salah satu bentuk kedurhakaan kaum Nabi Nuh adalah menyembah berhala. Mereka meninggalkan ajaran tauhid dan mempertahankan sesembahan yang diwariskan dari generasi sebelumnya.

Baca juga: Banjir Nepal Disebut Azab, Benarkah Bencana Alam Terjadi karena Dosa?

Allah SWT berfirman:

وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا

"Dan mereka berkata, 'Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq dan Nasr.'" (QS Nuh: 23).

Menurut sejumlah penjelasan ulama tafsir, nama-nama tersebut pada awalnya berkaitan dengan orang-orang saleh yang kemudian dibuatkan patung untuk mengenang mereka. Seiring berjalannya waktu, generasi setelahnya mulai menyembah patung-patung tersebut.

Kisah ini menunjukkan bagaimana penyimpangan dalam masalah tauhid dapat berkembang secara bertahap. Sesuatu yang awalnya dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan akhirnya berubah menjadi praktik penyembahan selain Allah SWT.

Berhala Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq dan Nasr

Dalam riwayat yang dinukil Imam Al-Bukhari dari Ibnu Abbas, disebutkan bahwa nama-nama tersebut kemudian dikenal sebagai nama berhala yang disembah oleh sejumlah kabilah Arab.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |